Dr. Zul : Langkah HBY akan Dicontoh untuk Kemajuan Daerah di NTB

0
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menyampaikan pidatonya di hadapan jajaran pemda Dompu dan tokoh masyarakat Dompu di pandopo Bupati, Sabtu malam, 6 Oktober 2018. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menginginkan pembangunan NTB kedepan tidak terkesima dengan angka statistik. Karena pembangunan sejatinya merupakan proses besar untuk meningkatkan kemampuan masyarakat. Langkah Bupati Dompu yang sudah memulai membangun sektor riil dan membangun pabrik akan ditiru pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk daerah lain di NTB.

Hal itu disampaikan Dr. Zul sapaan akrab Gubernur yang baru dilantik 17 September 2018 lalu dalam kesempatan silaturrahminya dengan jajaran pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di pandopo Bupati, Sabtu malam, 6 Oktober 2018.

IKLAN

“Pembangunan NTB kedepan, jangan terkesima dengan angka statistik. Jangan terkesima oleh angka pertumbuhan ekonomi, berhasilnya kita menekan inflasi dan lain – lain. Pembangunan pada sejatinya adalah proses besar untuk mengupgrate kemampuan masyarakat kita,” tegasnya.

Jangan sampai pembangunan lima tahunan, pertumbuhan ekonomi menakjubkan, gedung tinggi – tinggi, banyak hotel, tapi anak – anak dan masyarakat NTB hanya menjadi penonton. Miliki tambang emas, tapi untuk mendapat 1 – 2 gram emas harus menjadi TKW ke Saudi.

“Pembangunan yang benar adalah pembangunan yang memfungsikan rakyat, mencerahkan harapan, meningkatkan kemampuan untuk mandiri, bukan sekedar penonton di daerah kita sendiri,” ungkapnya.

Untuk menjadikan masyarakat NTB sebagai pelaku pembangunan seperti yang menjadi janji kampanyenya mengirim putra putri NTB kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, Dr. Zul mengaku, beberapa waktu lalu sudah mengirim 20 anak belajar ke Cina dan 13 Oktober 2018 mendatang kembali mengirim 20 anak kuliah ke Polandia. Tahun 2019 mendatang direncanakan mengirim 1 ribu anak mendapat beasiswa ke luar negeri.

“Saya akan kasih jatah untuk Dompu 100 orang anak muda untuk kita kirim ke luar negeri. Yang cari beasiswanya oleh Provinsi,” katanya.

Ia pun mengaku, ada banyak pihak meragukan programnya ini karena sumber pendanaan di APBD dan APBN yang terbatas. Namun dipastikan bisa dan itu sudah diwujudkannya melalui Universitas Teknologi Sumbawa miliknya dan pengalamannya sebagai pimpinan komisi dan fraksi di DPR RI membuatnya bertemu banyak pihak. Ada banyak beasiswa dan selama ini tidak terserap karena terkendala bahasa Inggris.

“Kita tidak akan mengajarkan bahasa Inggris, tapi bagaimana mengajarkan TOEFL supaya nilainya bagus. Kalau TOEFLnya di atas 500 ada beasiswanya. Mulai tahun depan, kita akan adakan kursus gratis anak – anak melalui Dikmen Kabupaten/Kota,” katanya.

Dr. Zul juga mengingatkan, di era ekonomi yang terbuka, peran pemerintah diibaratkan sebagai pengendali kemudi mobil. Tapi komponen lainnya merupakan peran NGO dan dunia usaha. Maju tidaknya suatu daerah bergantung sejauh apa menariknya daerah agar dunia usaha mau berinvestasi. Karena peran dunia usahalah yang menyelesaikan kemiskinan dan pengangguran.

“Saya bangga dengan Bupati Dompu, punya keberanian meretas jalan. Jalan yang dilalui orang lain. Membangun pabrik. Mungkin belum sempurna, tapi kami yakin, perjalanan panjang ke mars, tidak akan mungkin kita lakukan tanpa ada keberanian memulai langkah pertama. Dompu sudah melakukannya dan akan kita tiru di NTB,” terangnya.

Apa yang dilakukan Dompu dapat ditiru kepala daerah lain di NTB dan ini hanya mungkin kalau pimpinan mengetahui visinya seperti apa. Di zaman sekarang, yang mau menjadi pemimpin adalah mereka yang punya kerendahan hati untuk berkorban lebih banyak.

“Jadi Gubernur, jadi Bupati, jadi kepala Dinas tidak boleh lagi feodal. Bukan kita yang dicari – cari dunia usaha. Pimpinan daerah di masa akan datang, dia yang proaktif. Ini daerah saya, ayo berbisnis di sini. Kalau kurang air, saya siapkan bendungan. Kalau kurang jalan, saya sediakan jalan. Tugas pemerintah memfasilitasi dunia usaha. Tidak sebaliknya, dunia usaha datang ke kepala Dinas, datang ke Bupati, ngantrinya dipersusah. Dunia ini sudah beda,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya, menyampaikan Dr. Zul bukanlah orang baru bagi masyarakat Dompu dan tahun 2018 ini memulai tugas baru sebagai Gubernur untuk seluruh masyarakat NTB. “Kami ingin katakan, seluruh masyarakat Dompu siap bekerja untuk NTB, siap bekerja untuk Indonesia,” katanya.

Bambang juga menyampaikan capaian Kabupaten Dompu selama ini termasuk soal keamanan dan ketertiban yang sudah terjaga. Kondisi ini tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang semakin baik. “Kelihatannya, makin sejahtera masyarakat itu, makin mudah diatur,” katanya.

Ia pun menyampaikan berdasarkan data statistik, masyakata Dompu merupakan orang terkaya di NTB. Meskipun tambang emasnya belum jalan, tapi hasil jagung bisa memberi harapan untuk kemajuan ekonomi rakyat. (ula)