Dr. Zul Berikan Orasi Ilmiah di Wisuda Bersejarah STKIP Hamzanwadi

STKIP Hamzanwadi, menggelar wisuda bersejarah yang merupakan wisuda terakhirnya, Minggu, 11 Desember 2016, di GOR YPH-PPD NW Pancor, Lotim. Wisuda kali ini menjadi bersejarah karena perguruan tinggi ini sudah resmi berganti nama menjadi Universitas Hamzanwadi. Dalam kesempatan bersejarah itu, Anggota DPR RI, Dr. H. Zulkieflimansyah, dianugerahi kehormatan untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Iklan
Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, Ketua DPRD Lotim, H. Khaerul Rizal dan TGH. M. Yusuf Ma’mun diantara hadirin yang menyaksikan wisuda terakhir STKIP Hamzanwadi.

Orasi ilmiah Dr. Zul disampaikan di hadapan tak kurang dari 1.348 wisudawan dan wisudawati, para orang tua dan civitas academica Universitas Hamzanwadi. Sementara prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd.

Hadir dalam kesempatan itu, Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri pendiri Nahdlatul Wathan, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Ketua YPH-PPD NW Pancor, H. Djamaludin, M.Kom, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Perguruan Tinggi Program Akademik, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Tato Setiyarto, Kepala Dinas Dikpora NTB, Drs. H. Muh. Suruji dan Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa.

Pidato Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa. – Pidato Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Zul mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari sejarah wisuda terakhir STKIP Hamzanwadi ini. “Ini momentum luar biasa, dimana dari rahim sekolah yang kita cintai ini, akan melepas ribuan sarjana baru. Pesan saya yang paling penting, jadilah sarjana, manusia-manusia dengan titel baru. Yang pandai bersyukur kepada Allah, dan pandai berterima kasih kepada manusia,” ujar Dr. Zul yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Menurut Dr. Zul, selain bersyukur kepada Allah SWT, para sarjana yang diwisuda harus mendedikasikan rasa terima kasih kepada para orang tua mereka. Dengan lantang, Dr. Zul mengingatkan bahwa di balik keberhasilan para sarjana meraih gelar mereka, ada pengorbanan ikhlas dan tulus dari para orang tua mereka.

  Bangun Industri Galangan Kapal, Investor Korea Butuh 1.000 Hektare di Bandar Kayangan

Pidato Kepala Dinas Dikpora NTB, Drs. H. Muh. Suruji. – Pidato Ketua YPH-PPD NW Pancor, H. Djamaludin, M.Kom – Pidato Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Akademik, Kemenristek Dikti, Tato Setiyarto.

“Di belakang anda duduk wajah-wajah yang mulai keriput. Penuh senyuman keikhlasan, penuh kasih. Para orang tua, yang telah berkorban luar biasa membiayai kita semua, yang dengan doa dan kasih sayangnya, dengan wudhu yang tidak pernah kering, tanpa mengharapkan balasan, kini duduk di sana, merasa bahagia, ketika menyaksikan putra-putrinya menjadi sarjana baru pada hari ini,” ujar Dr. Zul, kembali disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Menurut Dr. Zul, salah satu cara untuk berterima kasih kepada orang tua, adalah dengan menjadikan momentum kelulusan sebagai titik pijak untuk menjadi lebih baik. Dr. Zul menegaskan, para lulusan STKIP Hamzanwadi tidak boleh menjadi beban bagi masyarakat, negara, dan umat.

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat prosesi wisuda salah seorang lulusan STKIP Hamzanwadi.

“Tapi kita yang diwisuda hari ini, mestinya menjadi ruh baru bagi umat ini. Menjadi tenaga baru bangsa ini. Yang mampu mendistribusikan harapan kepada sesama. Kita adalah sarjana-sarjana baru, yang mampu mencerahkan begitu banyak wajah umat manusia. Kita adalah sarjana-sarjana baru, yang Insha Allah, menghadirkan ketenangan, ketentraman, kebahagiaan, bukan hanya Lombok Timur, NTB, tapi kepada seluruh umat manusia di dunia ini,” tegasnya.

Untuk memberikan warna baru dalam kehidupan, para sarjana ini diingatkan pula tentang bagaimana dunia kita sekarang telah berubah jauh dari bentuk dunia yang lama. Dr. Zul mengilustrasikan perubahan ini lewat sebuah cerita dari sebuah buku tentang digital economy yang terbit pada medio 1990.

Pose bersama wisudawan/wisudawati terbaik STKIP Hamzanwadi.

Dalam salah satu bagian buku itu, dikisahkan seorang anak di sebuah sekolah menengah yang rata-rata muridnya merupakan anak-anak yang bandel. Anak tersebut begitu sering mendapatkan nilai F untuk ujiannya. Namun, tidak demikian untuk tugas-tugas mata pelajaran matematika. Setiap kali mendapatkan PR matematika, si anak biasanya selalu datang membawa hasil yang gemilang. Kepiawaian sang anak tersebut dalam matematika membuat para gurunya penasaran. Mereka pun melakukan penelusuran dan akhirnya menemukan jawaban yang cukup menarik.

  OSO Serahkan Hanura pada Dr. Zul

Rupanya, setiap kali mendapatkan soal matematika, si anak pulang ke rumahnya. Ia kemudian masuk ke news group matematika yang mampu mengkoneksikan persoalannya dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Di sana, ia akan berujar, “Hallo, nama saya John, saya tinggal di Yorkshire, saya memiliki masalah dengan matematika. Apakah ada seseorang di luar sana yang bisa membantu saya dengan persoalan ini?”

Ribuan wisudawan/wisudawati STKIP Hamzanwadi yang menjalani prosesi wisuda, Minggu (11/12), di GOR YPH-PPD NW Pancor, Lotim.

Setiap kali ia mengutarakan persoalannya, biasanya dalam waktu singkat akan muncul jawaban-jawaban yang cemerlang dari banyak orang di berbagai belahan dunia.

“Ini salah satu dunia nyata kita,” ujar Dr. Zul.

Contoh lain dari dunia baru yang kita hadapi adalah saat Dr. Zul menimba ilmu di Institute For New Technology For United Nation University (INTECH/UNU). Di sana, Dr. Zul sangat terkejut karena meski menyandang status sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di dunia, namun universitas ini ternyata hanya memiliki perpustakaan yang seukuran 2×3 meter dan diisi oleh seorang penjaga saja. Padahal, perpustakaan ini juga disebut-sebut merupakan yang terbaik di Eropa.

Jawaban atas keunggulan perpustakaan ini baru ia ketahui setelah ia mencari daftar pustaka yang begitu banyak dan perpustakaan ini mampu menghimpun seluruh kebutuhan pustaka yang ia sampaikan dalam waktu dua pekan. Rupanya, penjaga perpustakaan memiliki akses ke perpustakaan-perpustakaan terbaik di seluruh dunia.

“Sampai yang berbahasa Jawa, yang saya tidak tahu dia ambil dari mana, dia bisa dapatkan. Inilah dunia yang kita hadapi sekarang. Saya membayangkan, Universitas Hamzanwadi di masa depan, punya karyawan perpustakaan yang begitu hebat. Tidak usah banyak-banyak. Satu atau dua, tapi mampu punya akses ke perpustakaan di seluruh dunia,” ujarnya. Menurut Dr. Zul, dunia baru ini membutuhkan cara atau keahlian baru untuk menghadapinya.

  TGB : Dr. Zul Tawarkan Gagasan untuk Kemajuan NTB

Dr. Zul juga mengutarakan beberapa variabel yang perlu dimiliki para sarjana agar mereka bisa menggenggam dunia. Variabel pertama adalah sikap proaktif. Orang yang proaktif, adalah orang yang memiliki kapasitas untuk menulis kisah hidupnya sendiri. Variabel lainnya adalah kemampuan untuk mengenal dan meningkatkan kemampuan diri sendiri, dan mampu membaca sinyal perubahan.
“Semoga semua wisudawan/wisudawati hari ini memperoleh makna, penuh arti, Insha Allah menjadi manusia yang berharga di hadapan Allah SWT,” ujar Dr. Zul.

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd dalam sambutannya menjelaskan bahwa wisuda kali ini adalah wisuda terakhir di bawah nama STKIP Hamzanwadi Selong. Sebab, secara kelembagaan, STKIP Hamzanwadi telah berubah nama menjadi Universitas Hamzanwadi sejak 23 September 2016.

Dijelaskannya, STKIP Hamzanwadi Selong memiliki sejarah panjang dalam pengabdian pembangunan pendidikan di Indonesia, khususnya di NTB. Sejarah itu dimulai dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hamzanwadi yang didirikan oleh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tahun 1978. Sehingga sesungguhnya, nama Universitas Hamzanwadi yang lahir tahun 2016 ini adalah pengulangan sejarah nama yang sama ketika awal berdirinya tahun 1978.

Adapun, fakultas yang dibidangi Universitas Hamzanwadi diantaranya, pertama FKIP dengan 15 program studi S1 yakni Pendidikan Biologi, Matematika, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Bimbingan dan Konseling, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PGSD, PAUD, Teknologi Informasi, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, serta Seni Drama Tari dan Musik. Kedua, Fakultas Kesehatan dengan program Studi yaitu S1 Farmasi. Ketiga, Fakultas Teknik dengan 5 program studi yaitu S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, S1 Teknik Komputer, S1 Teknik Lingkungan dan D3 Manajemen Informasi. Keempat, Fakultas MIPA dengan 1 program studi yaitu S1 Statistik.

“Alhamdulillah, semua pogram studi yang sudah ada lulusannya terakreditasi Baik Sekali (B),” terangnya. (aan/yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here