DPS Pilkada NTB Tak Banyak Berubah

Mataram (Suara NTB) – Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018, ditetapkan KPU sebanyak 3,545,106 jiwa pilih. Terdiri dari 1.742.829 pemilih laki-Laki dan 1.802.277 pemilih perempuan yang tersebar di 116 kecamatan, 1.137 desa/kelurahan dan 8.336 TPS.

Sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tanggal 20-21 April mendatang, DPS tersebut sudah diumumkan ke masyarakat untuk dilakukan perbaikan, jika ada yang merasa belum terdaftar sebagai pemilih, sampai pada tanggal 2 April kemarin.

Iklan

Pada masa perbaikan DPS tersebut, diharapakan masyarakat memastikan apakah namanya sudah terdaftar atau tidak dalam daftar pemilih.

Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 3 April 2018 kemarin menyampaikan bahwa dalam masa perbaikan tersebut, pihaknya  mendapatkan perubahan pada DPS. Namun demikian perubahan tidak terlalu besar, katanya.

“Ada (perubahan) tapi sedikit. Nanti dari tanggal 3 sampai dengan 7 April, masih dilakukan rekap perbaikan DPS oleh PPS di desa/kelurahan Jadi kita tunggu saja hasilnya,” kata Aksar tanpa menyebutkan jumlah perubahannya.

Minimnya perubahan DPS tersebut, menandakan bahwa kualitas coklit yang dilakukan KPU beberapa waktu lalu cukup akurat. Hal itu tentu juga tidak lepas dari tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam mendukung kegiatan pendataan pemilih oleh KPU.

“Alhamdulillah, coklit semakin berkualitas dan masyarakat juga antusias menyambut pengumuman DPS. Begitu juga PPDP, RT/RW, Kaling dan Kadus serta Kades,” katanya.

Lanjut disampaikan oleh Aksar, yang masih menjadi kedala dalam daftar pemilih tersebut yakni masih tingginya pemilih yang belum memiliki e-KTP. Sementara diketahui bahwa syarat untuk bisa menggunakan hak pilihnya, masyarakat wajib memiliki e-KTP atau Suket, tanpa itu masyarakat bisa kehilangan hak konstitusionalnya.

“Yang besar itu daftar pemilih potensial non KTP elektronik. Inilah yang sedang serius dituntaskan oleh Dukcapapil di masing-masing kabupaten/kota. Tapi kami optimislah itu bisa dituntaskan, karena  pemerintah juga serius melakukan penuntasan rekam KTP elektronik dan Suket,” katanya.

Menurut Aksar, pihaknya sudah cukup serius dalam melakukan pendataan pemilih, selain mengumunkan DPS di masing-masing desa, pihaknya juga membuka layanan online, lewat aplikasi WhatsApp, bagi masyarakat yang merasa namanya belum terdaftar sebagai pemilih.

“Sebagai bentuk kewajiban kami melayani pemilih dalam pemilihan serentak 2018. Jajaran kami sedang melakukan perbaikan DPS (Daftar Pemilih Sementara) yang salah satunya membuka layanan WhatsApp untuk pemilih belum terdaftar selama 5 hari (01-05 Apri). Makanya kami mohon pada masyarakat untuk berkenan melakukan pengecekan data diri,” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here