DPRD Sumbawa Minta Pelaksanaan Festival Moyo Dievaluasi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin, S.T, meminta pelaksanaaan Festival Moyo untuk kedepannya mesti dievaluasi total. Baik dari kegiatan maupun promosinya. Dalam arti sejauh mana dampak manfaat yang dirasakan masyarakat harus jelas. Bila perlu disurvei tingkat manfaatnya dari segi ekonomi maupun pariwisata daerah, agar miliaran uang untuk membiayai kegiatan tersebut tidak menjadi sia-sia.

Hal tersebut ditegaskan Kamal, Sabtu, 29 Oktober 2016, menanggapi pertanyaan publik yang pesimis dengan Festival Moyo. Sebab meski telah dilaksanakan selama lima kali, namun efek manfaat secara luas belum dirasakan masyarakat. Kalaupun peningkatan wisatawan dijadikan sebagai salah satu indikator pun masih bisa dipertanyakan.

Iklan

“Punya manfaat nggak ini Festival Moyo. Dampak ekonominya gimana. Kalau tidak signifikan, ya lebih baik dihentikan saja,” cetusnya.

Untuk melihat sejauh mana dampak tersebut, mesti ada survei yang lebih komprehensif. Kalaupun ada peningkatan kunjungan wisatawan lokal ataupun luar harus jelas berapa. Dampak ekonomi perputaran uang di masyarakat juga harus jelas indikatornya. Salah satu kegiatan yang mendapat kritikan tajam darinya di Festival Moyo, adalah kegiatan gebyar pesta jagung. “Jujur saja, ngapain rakyat kita disuruh makan jagung, kecuali kita tidak punya beras. Jadi makanya harus ada evaluasi total,” pungkasnya.

Sedikit berbeda, Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata, memandang tetap ada keberhasilan dari Fesival Moyo. Secara kasat mata, Budi melihat adanya perputara uang yang cukup baik selama sebulan perhelatan Festival Moyo. Semua hobi masyarakat, seperti sepeda, barapan kebo, main jaran, wisata jelajah motor atau terabas tersalurkan dan terakomodir dalam Festival Moyo. Hotel pun penuh selama Festival Moyo. (arn)