DPRD Setuju Honor Tim Pemakaman Pasien Covid-19 Dinaikkan

Pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Lobar. DPRD setuju rencana menaikkan honor tim pemulasaraan dan pemakaman, karena selama ini dinilai tidak layak. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Honor tim pemulasaraan dan pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dinilai sangat rendah bahkan tak manusiawi. Pasalnya, satu orang hanya diberikan Rp80-100 ribu. Sementara pekerjaan mereka sangat beresiko tinggi. Kalangan DPRD pun mendukung usulan kenaikan honor petugas pemakaman ini agar layak.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mengatakan dirinya belum tahu landasan aturan soal honor tim ini, tidak seperti insentif tenaga kesehatan (nakes) yang sudah ada standarnya. Meski demikian, sangat menyayangkan terjadi kesenjangan honor dengan petugas yang menguburkan jenazah pasien Covid-19. Padhal sama-sama menangani pasien Covid-19. Justru yang jauh lebih menakutkan dan berisiko adalah yang petugas yang menguburkan, karena langsung memegang jenazah, sehingga petugas yang bertugas memang khusus dan berani.

Iklan

“Tapi kalau honor satu petugas Rp80 ribu sekali penanganan, kasihan lah. Ini namanya tidak adil. Seharusnya berkeadilan, kesenjangan jangan terlalu jauh,” ujarnya, Kamis, 2 September 2021.

Dalam hal ini, ujarnya, perlu dipertimbangkan bagaimana faktor risiko dan beratnya pekerjaan. Ketika melakukan pemulasaraan dan pemakaman pasien Covid-19, bisa jadi petugas itu terkena lalu pulang ke keluarga, sehingga keluarganya pun ikut tertular.

Belum lagi ketika mendapatkan penolakan warga. Sehingga dengan pekerjaan berat ini, perlu dipikirkan honor yang layak. Hal-hal semacam ini harusnya dipertimbangkan. Pemda sendiri diberikan keleluasaan mengatur anggaran Covid-19 ini. Sehingga kenapa tidak kata dia, Pemda membuat semacam landasan untuk bisa dinaikkan honor mereka.

Sementara itu,Wakil Sekretaris Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lobar Mahnan, S.STP., mengatakan usulan kenaikan honor tim pemakaman pasien Covid-19 tengah dikaji. Kajian dilakukan dengan meminta pertimbangan Inspektorat untuk menentukan kelayakan jumlah honor dan mengacu regulasi yang ada. Honor tim pemakaman ini diusulkan naik menjadi Rp250 ribu per orang.

Kenaikan honor ini dinilai perlu dilakukan karena honor petugas sebesar Rp80 ribu (biaya transportasi dan makan minum) dinilai sangat kurang. “Honor tim pemakaman dihitung untuk transportasi Rp50 ribu, dan uang makan serta snack diberikan hanya sekali sebesar Rp30 ribu. Totalnya Rp80 ribu per orang bagi tim pemakaman. Dan itu tidak dihitung per hari. Tapi dihitung per kasus,” jelas Mahnan.  (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional