DPRD NTB Minta Dana Bansos Segera Dicairkan

Mataram (suarantb.com) – Penyerapan anggaran dana Bantuan Sosial (Bansos) yang hanya 1,70 persen sampai bulan Agustus 2016 membuat DPRD NTB gerah. Minimnya penyerapan anggaran dana bansos oleh BPKAD NTB yang berimbas pada tak terealisasinya hak masyarakat untuk mendapatkan dan tersebut.

Hal tersebut dikatakan Anggota  Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB, H. Burhanuddin. Kepada suarantb.com, Burhanuddin menjelaskan seharusnya pemerintah daerah tidak boleh mengabaikan ketepatan waktu dalam realisasi dana bansos. Menurutnya, selain tepat sasaran, tepat waktu merupakan hal yang tidak boleh luput dalam pencairan dana bansos tersebut.

Iklan

“Realisasi dana bansos harus tepat sasaran dan tepat waktu. Kalau sudah terlambat realisasinya buat apa memberikan bantuan ketika masyarakat sudah lewat masa membutuhkannya. Orang sudah sakit baru dikasi, kan gitu jadinya. Harusnya tepat waktu,” ujarnya, Selasa, 20 September 2016.

Ia menilai, selama ini pemerintah daerah terlalu mengabaikan ketepatan waktu dalam merealisasikan untuk masyarakat. Mereka seperti tidak menyadari bahwa, fungsi sebagai abdi masyarakat  merupakan tanggung jawab besar yang harus dibuktikan kepada rakyat. Terkait dana bansos, menurutnya, harus ada kesadaran bukan hanya ketepatan sasaran penerima, juga diimbangi dengan ketepatan waktu dalam merealisasikan.

“Intinya SKPD harus sadar tepat waktu, bukan hanya tepat sasaran. Kalau sudah lewat waktunya buat apa, orang sudah tidak butuh lagi,” tambahnya.

Hal tersebut disampaikannya, mengingat dana Bansos memiliki dampak langsung pada kebutuhan mendasar masyarakat.

Selain hal tepat waktu dan tepat sasaran dalam pencairan dana Bansos, Burhanuddin juga menyampaikan, kebiasaan pemerintah daerah menghabiskan anggaran diakhir waktu seperti yang sering terjadi selama ini jangan sampai terulang lagi. Karena hal tersebut sangat rentan  pada pemberian dana bansos yang tidak tepat sasaran.

“Ya, siapa yang dekat dengan pemerintah nanti yang dikasi. Pokoknya dana bansos harus segera dicairkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Kampanye dan Organisasi Fitra NTB Jumaidi Idi, menyatakan realisasi dana Bansos Pemerintah Provinsi NTB pada bulan Agustus hanya 0,25 persen. Jika dijumlahkan dengan realisasi per Juli 2016 yang hanya 1, 45 persen, maka total realisasi dana bansos  oleh BPKAD  NTB baru mencapai 1,70 persen.  (ast)