DPRD Nilai Lokasi Pembangunan SMPN 2 Gunungsari Tak Layak

Kondisi SMPN 2 Gunungsari akibat diterjang banjir. Pemda mesti memikirkan relokasi sekolah agar tidak lagi kebanjiran. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – DPRD Lombok Barat (Lobar) menilai rencana lokasi pembangunan SMPN 2 Gunungsari yang terletak di Dusun Lilir Desa Mekar Sari tidak layak untuk dibangun proyek sekolah. Pasalnya, lokasi ini menjadi lokasi langganan banjir hampir tiap terjadi hujan. Kondisi ini juga yang menyebabkan Puskesmas Penimbung direlokasi ke tempat baru.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha, pada Suara NTB, Rabu, 4 Maret 2020. Menurutnya, kondisi lokasi sekolah sementara yang nantinya dibangun gedung permanen dua lantai dengan anggaran Rp 2 miliar lebih mesti dikaji ulang oleh pemda. “Karena lokasi ini tidak layak. Besok (hari ini, red) kami turun sidak ke sana. Dulu di sana ada puskesmas tapi direlokasi, karena tidak layak,” akunya.

Iklan

Persoalan SMPN 2 Gunungsari menjadi atensi. Karena tempat relokasi tidak layak. Ia mempertanyakan kenapa pemda memilih lokasi ini sebagai tempat pembangunan sekolah. Pihaknya akan memberikan catatan kepada pemda bahwa lokasi ini tak layak. Terkait lokasi ini perlu diuruk agar lebih tinggi, pihaknya tentu akan melihat sejauh mana perencanaannya. Kalau tidak memungkinkan kata dia, pihaknya akan merekomendasikan agar lokasi mencari lahan di tempat lain. Konsekuensinya, Pemda diminta melakukan pembebasan lahan di lokasi lain yang lebih layak.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Gunungsari, Sahrullah mengatakan terkait lokasi yang dinilai tak layak, Pihaknya juga sudah konsultasi dengan konsultan pembangunan gedung SMP agar pembangunannya juga memikirkan aspek bencana banjir.  Meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah SMPN 2 Gunungsari dan tidak ada laboratorium komputer, simulasi UNBK tetap digelar, karena sudah dua tahun sekolah sudah menggunakan UNBK. “Kita tetap gelar simulasi UNBK dengan apa adanya,” ujarnya.

Simulasi dibagi menjadi dua sesi, sesuai dengan  jumlah siswa 52 orang dengan keberadaan komputer dengan jumlah komputer sebanyak 26 komputer sesi pertama 26 orang dan sesi kedua 26 orang siswa.” Mudahan tidak ada kendala sampai hari terakhir,” harapnya.

Sementara itu di SMPN 2 Kuripan Siswa sebanyak 142 siswa kelas IX  SMPN 2 Kuripan, mengikuti simulasi UNBK. Simulasi berlangsung di ruangan lab, Senin, 2 Maret 2020. Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah menjelaskan, simulasi merupakan hal yang penting untuk bekal pelajar sebelum melaksanakan UNBK. Ketika simulasi inilah siswa diajarkan bagaimana cara untuk masuk web dan mengerjakan soal ujian.(her)