DPRD Minta Dikbud Tanggap Tangani Sekolah Terdampak Banjir

Hj. Nurul Adha (Suara NTB/dok), Zaini (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Banjir yang melanda Lombok Barat (Lobar) di awal tahun ini tidak hanya berdampak pada rumah-rumah warga, tapi beberapa fasilitas publik yang terkena dampaknya. Seperti fasilitas kesehatan dan sekolah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diminta cepat tanggap untuk tanggap menangani sekolah yang terdampak. Seperti baru-baru ini SDN 1 Labuan Tereng Kecamatan Lembar yang terendam banjir.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha menegaskan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) harus responsif. “Dikbud harus tanggap menangani, Termasuk ke anak-anak pasti trauma. OPD harus turun melihat,” jelas dia.

Iklan

Yang perlu ditangani adalah terhadap anak-anak setempat, sehingga dinas harus turun memberikan trauma healing melibatkan para guru. Sedangkan untuk penanganan sarana prasarana, kalaupun belum ada anggaran, maka dinas harus menganggarkan.

Yang jauh lebih penting, bagaimana penanganan sekolah itu agar tidak menjadi langganan banjir, seperti harapan pihak sekolah, pondasi bangunan perlu ditinggikan. “Itu juga harus ditangani,” imbuhnya.

Selain di Lembar, sebelumnya sekolah di Sekotong juga terdampak banjir. Menurutnya, Dinas Dikbud harus mengidentifikasi semua sekolah terdampak banjir ini untuk mengetahui apa dampak yang dialami.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Dikbud Lobar H. Haerudin mengatakan timnya dalam hal ini Kepala Bidang Sarana Prasarana sudah turun mengecek sekolah terdampak banjir di wilayah Sekotong dan Lembar. “Tim kami, dipimpin oleh Kabid Sarpras sudah turun mengecek sekolah terdampak banjir, seperti di SDN 1 Labuan Tereng,” ujar dia.

Selanjutnya untuk langkah penanganan jangka panjang seperti sarana prasarana belajar yang rusak akan dilakukan pembahasan di Dinas Dikbud dan bersama pihak sekolah.

Kepala SDN 1 Labuan Tereng Zaini mengatakan untuk mengganti perlengkapan belajar dan elektronik yang rusak, pihaknya akan membahas dengan para guru untuk diadakan melalui BOS ataukah ada subsidi dari pemerintah. Harapannya kepada pemerintah ke depan agar membantu sekolah menaikkan pondasi sekolah agar lebih tinggi.

Ia juga berharap kepada masyarakat lebih arif menggunakan alam. Karena daerah itu sendiri menjadi langganan banjir. Untuk penanganan dampak banjir, ia bersama para guru, dibantu PMI dan Dinas Pemadam Kebakaran membersihkan lumpur yang memenuhi ruangan dan halaman sekolah. Terdapat belasan ruangan yang terendam, yakni ,dua unit rumah dinas, dua lokal ruang TK, tujuh lokal ruang kelas dan tiga ruang guru serta kepala sekolah. (her)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional