DPRD Lotim Kritik Pembangunan Drainase

Selong (Suara NTB) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyorot buruknya saluran irigasi di Lotim, terutama saat hujan yang kerap mengalami penyumbatan.

‘’Kondisi itu disebabkan pembangunan drainase yang hanya mengerjakan target tanpa mengutamakan kualitas,’’ kritik Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman, pada Suara NTB, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Iklan

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, buruknya drainase di Kabupaten Lotim dikarenakan pengerjaannya hanya mengejar target tanpa mempertimbangkan satuan, kualitas maupun hasil dari proyek itu sendiri. Misalnya, pembangunan saluran irigasi sepanjang 20 kilometer, akan tetapi melihat kualitasnya dan hanya terkesan mengutamakan kuantitas. “Lebih baik beli barang mahal tapi kualitasnya bagus,” sarannya.

Apabila suatu proyek dibangun dengan bahan material yang murah, tentunya akan cepat rusak dan tergerus. Selain itu, Hasan Rahman juga mengkritik sistem perencanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lotim yang tidak matang, berapa saluran irigasi yang sudah terbangun, rusak berat, sedang maupun ringan. Menurutnya, itu semua tidak terdata sama sekali dikarenakan pembangunan drainase hanya dilakukan sesuai dengan keinginan pemangku kebijakan dan menjadi daerah-daerah binaannya. “Jadi perlu perencanaan yang matang, tidak hanya di tempat-tempat tertentu yang menjadi binaannya,” ujarnya.

Ditegaskan kembali, pembangunan saluran irigasi sangat penting untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur jalan. Jika itu dilakukan, menurut Hasan Rahman, maka usia dari jalan maupun saluran irigasi itu akan bertahan lama. Termasuk terhindarnya masyarakat dari musibah banjir bandang, penyakit serta sejumlah dampak lainnya. “Ini yang dikejar itu hanya volume, tidak mengejar kualitas. Di samping kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, saluran irigasi ini juga menjadi faktor utamanya,” kritiknya lagi.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan, menegaskan persoalan buruknya saluran irigasi di Kabupaten Lotim saat ini sedang dibenahi dan dibicarakan dengan pihak Dinas LHK Lotim terkait batasan-batasan penanganannya. Dijelaskannya, Dinas PUPR Lotim tidak memiliki tenaga harian dan peralatan, termasuk tidak adanya anggaran normalisasi saluran.

Dedi Irawan menyebutkan, drainase yang dikerjakan oleh Dinas PUPR saat ini, di antaranya ruas jalan Muhdar, ruas jalan samping pendopo bupati dan ruas jalan Kelayu Jorong. Ketika ruas ini, jelasnya, drainasenya dilakukan rehab total karena adanya pelebaran jalan dari lebar aspal 4 meter menjadi 8 meter dengan ditambah 2,5 meter bahu jalan dan 2 meter saluran kiri kanan jalan. Adapun untuk tahun 2018, Dinas PUPR akan mengusulkan agar normalisasi saluran irigasi di PUPR.

“Tergantung jenis pekerjaannya, kalau pembangunan dan pemeliharaannya di Dinas PUPR, kalau masalah kebersihan di Dinas LHK,” jelasnya.

Pantauan Suara NTB, akibat hujan deras yang terjadi pada malam Sabtu akhir pekan lalu, sejumlah saluran irigasi baik di luar maupun di dalam kota mengalami penyumbatan. Seperti di Dusun Bilasundung Kecamatan Masbagik, kondisi saluran irigasi yang sempit membuat sampah-sampah yang terdapat di dalam drainase tersumbat, sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan dan ke pemukiman warga. Sementara di Kecamatan Pringgasela, saluran irigasi ambrol. (yon)