DPRD Loteng Soroti Kualitas Proyek Penataan Kawasan Pantai Kuta

Praya (Suara NTB) – Kualitas pengerjaan proyek penataan kawasan Pantai Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng, mendapat sorotan Komisi II DPRD Loteng. Komisi II menilai kualitas proyek jauh dari yang diharapkan. Bagaimana tidak, belum juga selesai dikerjakan, banyak bagian proyek yang malah sudah rusak. Terutama kualitas batako yang digunakan. Belum lagi penimbunan yang kurang padat. Akibatnya, di sejumlah titik bagian proyek sudah ada yang amblas.

“Hal-hal seperti inilah yang harus diperhatikan. Ini proyek negara, maka kualitasnya harus benar-benar dijaga,”  ujar Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Minggu,8 Oktobr 2017.

Iklan

Diakuinya, dalam ini pihaknya tidak menyalahkan pihak ITDC selaku pemilik proyek. Begitu pula pihak rekanan. Hanya saja pihaknya berharap supaya kualitas pengerjaan proyek harus sesuai dengan spesifikasi yang ada. Jangan sampai kemudian negara dan masyarakat di daerah ini dirugikan, karena kualitas pengerjaan proyek yang tidak sesuai standar.

General Affair KEK Mandalika, Lanang Bratasuta, yang dikonfirmasi terpisah, menegaskan kalau proyek penataan kawasan Pantai Kute masih berjalan dan baru akan selesai Bulan Desember mendatang. Untuk itu, jika ada bagian proyek yang rusak adalah hal wajar. Namun, bukan berarti, ujarnya, kerusakan yang terjadi tidak diperhatikan.

Pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Kalau kemudian ada yang rusak, pihaknya sudah meminta kepada rekanan untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Termasuk meminta rekanan yang mengerjakan melakukan perbaikan. ‘’Di beberapa bagian proyek yang rusak, sudah dibongkar kembali oleh pihak rekanan,’’ ujarnya.

Menurutnya, kerusakan di sejumlah bagian proyek lebih dikarenakan faktor luar. Bukan lantaran kualitas material yang digunakan. Mengingat, saat proyek berjalan kawasan Pantai Kuta tetap dibuka. Di satu sisi, angka kunjungan wisatawan cukup tinggi, sehingga arus lalulintas kendaraan dan orang di kawasan tersebut juga tinggi. “Secara logika, ini proyek masih berjalan. Tetapi sudah dilewati orang dan kendaraan. Wajar jika kemudian terjadi kerusakan,”  terangnya. (kir)