DPRD KSB Soroti Minimnya Capaian PAD

Taliwang (Suara NTB) – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyoroti masih minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat sektor ini hanya mampu menyumbangkan sekitar 3,9 persen saja dari total pendapatan yang ada selama ini.

Ketua Komisi II Akheruddin Sidik, SE kepada Suara NTB, Rabu, 23 November 2016 mengharapkan kepada pemerintah daerah dalam orientasinya harus bisa meningkatkan PAD. Artinya program-program pembangunan yang digalakkan oleh Pemda setidaknya harus bisa memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD. Mengingat PAD ini merupakan salah satu indikator kemandirian keuangan daerah.

Iklan

“Sehat dan mandiri atau tidaknya suatu daerah dilihat dari indikator PAD-nya,” ungkapnya.

Pihaknya selalu mendorong mitra kerja komisi II untuk terus bisa meningkatkan PAD dalam program-program yang akan dicanangkan nantinya. Bahkan PAD ditiap tahunnya ditargetkan harus bisa ditingkatkan, bukan sebaliknya menjadi menurun.

Disebutkannya, konstribusi PAD dalam setiap pendapatan yang yang ada di KSB hanya sekitar 3,9 persen. Kalau  dirupiahkan sekitar Rp  40 miliar saja. Tentu jumlah tersebut masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan sektor pendapatan lainnya, seperti tambang dan lainnya.

Oleh karenanya pihaknya sangat berharap kepada Pemda untuk bisa meningkatkan PAD ini di masing-masing SKPD teknis penerima program. Tentu hal tersebut bisa dilakukan melalui langkah taktis dan langkah strategis.

“Peningkatan PAD ini harus dipikirkan oleh Pemerintah Daerah untuk bisa menyelesaikan persoalan yang selama ini terjadi. Terkait dengan masih minimnya konstribusi PAD dalam APBD,” ungkapnya. Bahkan pihaknya selalu mendorong kepada Pemda untuk mengeluarkkan kreasi dan kreativitas untuk bisa meningkatkan sektor ini.

Ia menambahkan, dalam memaksimlkan peningkatan PAD, maka pemerintah daerah harus bisa mendorong beberapa sektor penting sebagai pendorong. Sebut saja sektor pariwisata yang ada di KSB. Bahkan sektor tersebut harus bisa dimaksimalkan semua potensi yang ada. Mengingat potensi pariwasata yang ada di KSB masih sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Karena masih banyak sektor pariwisata yang masih belum digarap oleh pemda secara maksimal.

Selain sektor tersebut, sektor pertanian juga harus terus dikembangkan sehingga peningkatan PAD bisa terealisasi. ” Mindsetnya yang harus kita rubah dengan orientasi  untuk meningkatkan PAD, bukan untuk hal-hal yang lain,” tandasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here