DPRD KSB Didesak Bentuk Pansus Soal Izin PT. Sumbawa Barat Mineral

Nampak puluhan pemuda yang tergabung dalam Geram saat melakukan orasi di Halaman Gedung DPRD KSB.(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) -Gerakan Muda Sumbawa Barat (Geram) kembali mendesak DPRD KSB untuk membentuk Pansus untuk mengkaji soal izin PT. Sumbawa Barat Mineral (SBM) di gunung Samoan. Sebab berdasarkan hasil surat izin yang didapatkan dari DPMPTSP Provinsi NTB bahwa lokasi gunung samoan bukan menjadi daerah eksplorasi PT. SBM melainkan di lokasi lainnya.

“Kami mendesak DPRD untuk segera membentuk Pansus terkait izin PT SBM karena kami anggap menyalahi lokasi. Kami juga menagih pernyataan sikap dari DPRD di atas materai untuk mencabut izin tambang di gunung Samoan yang sebelumnya sudah kami berikan,” tegas Tonyman Al Kasim Kordinator Aksi, Kamis, 22 Oktober 2020 di halaman gedung DPRD KSB.

Iklan

Dikatakannya, DPRD merupakan lembaga yang menyuarakan hak dan aspirasi masyarakat sehingga sudah seharusnya DPRD segera mencabut izin perusahan tersebut. Tetapi fakta di lapangan sangat berbeda justru DPRD seolah-olah bungkam dengan adanya aktivitas di gunung Samoan. Padahal sudah sangat jelas bahwa Samoan merupakan jantung Kota Taliwang dan menjadi sumber mata air bagi masyarakat.

Apalagi Samoan juga tidak tercantum dalam lokasi izin perusahaan tersebut melainkan di Desa Seloto, Seteluk Atas, Lamunga, Lamuntet, Bangkat Monteh, Batu Putih, Lampok, Belo, Seminar Salit, Moteng, Tepas, Tepas Sepakat, Kelanir, Rempe, dan Meraran, Jika tidak segera dicabut maka masyarakat yang akan merasakan dampak. “Kami mendesak supaya izin eksplorasi PT. SBM di gunung Samoan dicabut karena tidak sesuai. Jika tidak maka biarkan kami yang akan mengambil tindakan sendiri,” ancamnya.

Permimtaan untuk mencabut izin eksplorasi murni karena prihatin akan nasib warga KSB jika gunung sebagai jantung kota Taliwang. Untuk itu, dirinya meminta kepada DPRD untuk menyelamatkan lingkungan dibandingkan dengan urusan yang lain. Apalagi berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa perusahan sudah mulai melakukan eksplorasi sehingga akan sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Taliwang umumnya. Maka dari itu pencabutan izin eksplorasi harus dilakukan sebelum masalah ini berlanjut sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tetap akan menolak segala bentuk eksplorasi di gunung Samoan dan kami siap berkorban untuk menjaganya,” tegasnya.

Sekretaris DPRD KSB, Ir. Irhas R Rayes, M. Si yang menemui massa akdi mengaku tidak menerima pemberitahuan terkait aksi yang dilakukan oleh Geram. Sehingga tidak ada satupun anggota DPRD yang hadir di kantor untuk saat ini. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melaporkan ke Pimpinan dengan harapan bisa segera difasilitasi terkait keinginan dari Geram. “Tidak ada surat yang masuk ke Kami sebagai pemberitahuan sehingga tidak ada satupun anggota DPRD yang menerima para aksi. Tetapi apa yang menjadi tuntutan mereka tetap akan kami sampaikan ke pimpinan,” singkatnya. (ils)