DPRD Kota Mataram Minta Gunakan Pejabat yang Nilainya Bagus

Mataram (Suara NTB) – Rendahnya kemampuan pejabat Pemkot Mataram membuat kalangan Dewan mulai menghubung-hubungkannya dengan capaian pembangunan di Mataram.

‘’Kemampuan para ASN itu tentu mempengaruhi hasil-hasil yang selama ini dicapai. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas,’’ ujar Ketua Fraksi Keadilan DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., kepada Suara NTB, Kamis, 20 Oktober 2016.

Iklan

Dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), Pemkot Mataram merencanakan melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas pejabat di sana secara berkala. Sehingga Misban berharap ke depan setelah mereka menduduki jabatan baru, kapasitas mereka harus terus ditingkatkan melalui diklat dan kegiatan sejenisnya.

‘’Tapi yang sekarang ini kan masalahnya mereka akan menduduki jabatan dalam waktu dekat,’’ ucapnya.

Misban berharap Pemkot Mataram, dalam hal ini Walikota memilih pejabat-pejabat yang terbaik diantara sejumlah pejabat yang nilai assesmennya baik. ‘’Diantara yang nilainya rata-rata tentu ada yang terbaik,’’ katanya. Politisi PKPI ini mengimbau Walikota tidak menggunakan pejabat dengan nilai assesment rendah.

Memang, lanjut dia, nilai assesment itu nantinya diserahkan kepada kepala daerah dan kewenangan selanjutnya ada di tangan Walikota. Apakah akan digunakan hasil assesment itu ataukah tidak. Karena seperti diketahui bahwa mutasi merupakan hak prerogatif Walikota.

‘’Ya kita berharap pak wali menggunakan hasil assesment itu untuk melakukan evaluasi pejabat. Karena dalam assesment itu tentu ada yang nilainya tinggi, sedang dan juga rendah,’’ terang Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram ini.

Jangan sampai, kata Misban, assesment menjadi kegiatan formalitas belaka lantaran hasilnya tidak menjadi pertimbangan dalam melakukan mutasi pejabat. Namun demikian, Misban yakin, Walikota mempunyai cara-cara khusus bagaimana meningkatkan kemampuan pejabat.

‘’Kalau misalnya pak Wali, menggunakan pejabat dengan nilai menengah, tentu harus ada pembinaan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Dengan pembinaan itu, diharapkan kemampuan pejabat yang terbilang masih rendah, akan menjadi lebih baik atau di atas rata-rata. Misban menegaskan, kalaupun tim assesment akan melakukan pengecekan ke lapangan, namun tetap saja hasil tes akademik akan mempengaruhi hal-hal lainnya.

‘’Sekarang ini, kalau beliau-beliau (pejabat lama, red) itu dipakai lagi, jelas peningkatan kapasitas itu menjadi penting,’’ katanya. (fit)