DPRD Jambi Belajar Pengembangan Pariwisata NTB

Mataram (suarantb.com) – Ketua DPRD Jambi, H. Cornelis Buston beserta puluhan jurnalis asal Provinsi Jambi berkunjung ke NTB untuk melihat sejauhmana peran media terhadap promosi pariwisata NTB.

Hal tersebut dilakukan terkait krisis ekonomi global yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian masyarakat provinsi Jambi yang mayoritas menggantungkan perekonomian pada hasil perkebunan. Ia menilai, pengembangan sektor pariwisata sangat tepat untuk menjawab kondisi tersebut.

Menurut Cornelis, NTB menjadikan sektor pariwisata di luar pertanian dan pertambangan sebagai garda terdepan menopang perekonomian daerah ini. Sehingga, meskipun terjadi krisis global, NTB mampu bertahan. Bahkan, pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia.

“NTB saya lihat nggak terlalu kerasa krisisnya, karena komoditinya pariwisata. Berbeda dengan Jambi yang berpenghasilan sawit dan karet yang sangat bergantung terhadap harga pasar,” terangnya
Menurutnya, hal tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, mengingat tak hanya NTB yang memiliki kekayaan alam untuk dijadikan objek pariwisata. Banyak daerah lain termasuk provinsi Jambi yang memiliki kekayaan alam yang sama.

Selain kekayaan alam, peran media menjadi hal mutlak sebagai corong masyarakat memasarkan pariwisata daerah. Untuk itu, ia beserta beberapa jurnalis menyatakan ingin belajar kepada NTB bagaimana mengelola informasi melalui media sehingga wisatawan tertarik untuk melakukan kunjungan.

“Kita berharap, bisa menggali apa saja yang harus dilakukan guna memajukan pariwisata di Jambi,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si menyatakan, hal yang paling penting dalam pengembangan sektor pariwisata adalah dukungan masyarakat dan pemerintah.

Ia mengakui, pariwisata NTB dapat berkembang karena dukungan pemerintah dan DPRD NTB yang terus memberikan dukungannya untuk sektor pariwisata sebagai sektor unggulan ke dua setelah pertanian. Kondisi tersebut dinilai Faozal menjadi pemicu pihaknya untuk bertanggung jawab memajukan pariwisata NTB dengan mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara sebanyak-banyaknya.

Selain gencar melakukan promosi pariwisata, hal lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah membenahi infrastruktur destinasi pariwisata. Menurutnya, pengelolaan infrastruktur pariwisata merupakan hal yang mutlakdilakukan agar sektor pariwisata bisa terus berkembang.

“Penguatan, pembenahan destinasi kami lakukan, jadi praktis semua kebutuhan standar untuk wisatawan kita seperti toilet bersih, musholla dan lain-lain. Kemudian infrastuktur destinasi juga terus dilakukan pembenahan. Tidak ada satu destinasi yang kita proyeksikan tidak terkoneksi dengan infrastruktur,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH juga menyatakan bahwa, pariwisata NTB jauh lebih indah dan lebih baik dari provinsi Bali. Menurut Isvie apa yang ada di provinsi Bali bisa ditemukan di NTB. Selain itu, beberapa obyek pariwisata NTB juga masih tergolong perawan dan belum terjamah. (ast)