DPP Tak Harapkan Suhaili Keluar dari Partai Golkar Pascamusda

Ahmad Doli Kurnia, didampingi Sari Yuliati, Gde Sumarjaya Linggih dan Misbach Mulyadi memberikan keterangan pers menanggapi pernyataan Suhaili. (Suara NTB/ndi). 

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia yang diutus Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk mengawal pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar NTB berencana akan menemui secara langsung mantan Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. Suhaili FT setelah Musda tuntas dilaksanakan.

Langkah DPP Golkar untuk menemui langsung mantan Bupati Kabupaten Lombok Tengah dua periode itu, dalam rangka memastikan Suhaili masih tetap menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar setelah gagal mendapatkan kesempatan kembali memimpin Golkar NTB.

Iklan

“Dengan pak Suhaili sendiri kami tetap berkomunikasi. Saya begitu sampai di Mataram, orang pertama yang saya kontak adalah Pak Suhaili. Beliau menginformasikan sedang kurang sehat dan saya sendiri sedang mencari waktu untuk ketemu langsung sama beliau,” ujar Doli Kurnia saya dikonfirmasi usai membuka kegiatan Musda DPD Golkar NTB, Selasa, 2 Maret 2021.

Sebelumnya, Suhaili telah bersikap terkait dengan penjegalannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar NTB.  Ia mengaku kecewa dan sangat menyesalkan sikap partainya yang tidak memberikan dia kesempatan untuk maju mencalonkan diri.

Buntut dari kekecewaannya itu, Suhaili lantas mengeluarkan pernyataan bernada ancaman untuk keluar dari keanggotaan Partai Golkar lantaran hak-hak politiknya di partai yang sudah membesarkan namanya itu dirasakan dengan sengaja diamputasi. Ia merasa tidak dihargai dan diakomodir. Sebab itu Suhaili merasa sudah tidak ada alasan lagi bagi dirinya untuk masih tetap bertahan di Partai Golkar.

Menanggapi pernyataan Suhaili tersebut, Doli menegaskan bahwa Partai Golkar NTB tetap solid, meskipun di Musda terjadi perbedaan pandangan antar kader. Namun hal itu tidak sampai membuat perpecahan diantara kader, dan dia juga tidak yakin Suhaili akan sampai mengambil sikap untuk keluar dari Partai Golkar hanya karena kecewa dengan hasil Musda.

“Saya yakin Partai Golkar di NTB tetap solid. Intinya Pak Suhaili masih tidak terpisahkan menjadi bagian dari keluarga Partai Golkar. Kami apresiasi dan berterimakasih selama kepemimpinan Pak Suhaili, Partai Golkar NTB cukup baik di mata DPP. Dan kita masih membutuhkan peran serta dari Pak Suhaili untuk membesarkan Partai Golkar di NTB,” tegas Ketua Komisi II DPR RI itu.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar NTB terpilih, H. Mohan Roliskana yang dikonfirmasi terkait sikap kecewa dari dua kader senior partai Golkar NTB yakni H. Ahyar Abduh dan Suhaili FT dianggap sebagai suatu hal yang lumrah dan biasa, sebagai bagian dari dinamika politik pada saat Musda. “Biasalah kalau ada sedikit dinamika, friksi-friksi, tapi itu semua akan selesai dengan musyawarah dan kompromi,” ujarnya.

Mohan menegaskan bahwa ia akan memimpin Partai Golkar NTB dengan semangat kebersamaan. Sehingga ia pastikan tidak ada satupun kader Partai Golkar yang terbuang atau disingkirkan karena dinamika dan perbedaan yang terjadi pada Musda ini.

“Semangat kolektif kolegial akan kita jalankan, karena spirit partai ini adalah kebersamaan dan hari ini sudah kita tunjukkan dari dinamika yang berkembang, kita berhasil menyelesaikan Musda ini dengan baik,” katanya.

Mohan mengatakan, bahwa sosok Ahyar Abduh dan Suhaili tidak bisa dinafikan kontribusinya selama ini dalam membesarkan Partai Golkar. Mohan mengaku Partai Golkar masih membutuhkan pemikiran dari kedua kader senior tersebut. Oleh karena itu, Mohan berjanji akan memberikan tempat yang strategis dalam kepengurusan Golkar NTB.

“Kita akan rangkul semua, kita tetap rawat suasana kebersamaan, Insya Allah kita akan akomodir semuanya. Beliau-beliau itu sudah banyak memberikan jasa untuk membesarkan partai ini, tentu akan ada tempat buat beliau-beliau, posisi yang penting dan setrategis,” pungkasnya. (ndi).

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional