DPP Golkar Berikan Lampu Hijau untuk Suhaili

Mataram (Suara NTB) – DPP Partai Golkar telah memberikan sinyal lampu hijau ke Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, SH untuk maju sebagai bakal calon Gubernur NTB yang akan diusung oleh Partai Golkar pada pilkada serentak 2018. Sinyal tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen DPP Partai Golkar, H. Idrus Marham di Mataram, Jumat, 24 Februari 2017 kemarin.

Kedatangan Idrus Marham ke NTB, dalam rangka menghadiri Rapat Kerja (Raker) DPD Partai Golkar NTB yang akan digelar di Peraya, Lombok Tengah, Sabtu, 25 Februari 2017. Salah satu agenda utama dalam Raker Golkar tersebut, terkait persiapan Golkar dalam menyongsong Pilkada serentak tahun 2018 di NTB.

Iklan

“Pilkada 2017, Golkar memenangkan Pilkada sebesar 58 persen. Nah di Pilkada 2018 ini, dari 171 daerah, Golkar juga menargetkan kemenangan lebih besar lagi. Kaitannya dengan itu, NTB salah satu yang akan menggelar Pilkada, akan melakukan rakerda, yang juga nanti akan dihadiri oleh Ketua Umum,” ujar Idurs Marham.

Untuk Pilkada pemilihan Gubernur NTB sendiri, Idrus Marham mengaku, DPP Golkar telah menerima informasi dari seluruh DPD II NTB, bahwa telah ada kesepakatan akan menerbitkan rekomendasi untuk disampaikan pada DPP terkait pencalonan Gubernur NTB.

“Saya tanya siapa yang akan direkomendasikan, infonya adalah Ketua DPD. Nah kalau memang begitu, saya kira tidak ada salahnya, bagi DPP apabila aspirasi itu datang dari bawah. Mereka bersepakat menetapkan calon, maka DPP akan sungguh-sungguh memperhatikan rekomendasi itu,” ucap Idrus.

Dikatakan Idrus, memang berbicara secara struktural kelembagaan, Ketua DPD memiliki peluang paling besar dari kader yang lain untuk melakukan komunikasi politik atas nama partai. Meskipun demikian, Idrus memberikan catatan, pada jajaran pengurus Partai Golkar untuk mempertanggungjawabkan rekomendasi tersebut. “Ya, tantangan selanjutnya adalah bagaimana rekomendasi itu dipertanggungjawabkan sampai menang, ya caranya dengan kerja politik yang maksimal. Sehingga Golkar bisa menang di NTB dan tiga kabupaten/kota,” tegasnya.

saat ditanya terkait peta koalisi Partai Golkar untuk NTB 1, Idrus Marham mengaku, pihaknya sampai saat ini masih cukup intens membangun komunikasi dengan sejumlah partai. Sehingga, Golkar tidak akan kesulitan untuk membangun koalisi dengan beberapa parpol yang sudah diajak berkomunikasi.

“Kan di DPD juga membangun komunikasi di sini. Nah DPP juga membangun komunikasi di tingkat pusat. Sehingga nanti akan ketemu kesamaanya,” ujarnya.

Sementara itu terkait pasangan bakal calon wakil yang akan mendampingi Suhaili. Idrus Marham menyebutkan, Golkar memiliki kriteria tersendiri dalam memilih wakil. Ada beberapa pertimbangan yang harus dilewati sebagai dasar untuk menentukan wakil. Yakni pertama, seorang calon wakil harus dipastikan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk memberikan kemenangan. Pertimbangan yang kedua, yakni keserasian pasangan.

“Jadi harus ada chemistry, karena kita ingin sukses memimpin. Jangan sampai nanti baru tiga, enam bulan menjabat sudah pecah kongsi. Kita ndak mau yang begitu, karena itu akan merugikan Partai Golkar dan juga rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Suhaili yang juga ikut hadir dalam jumpa pers tersebut, saat ditanya oleh Suara NTB terkait kesiapannya untuk dicalonkan sebagai Gubernur NTB dari Partai Golkar, seketika itu Idrus Marham yang duduk di samping kiri Suhaili langsung memberikan respon dengan melarang Suhaili untuk menjawab. Karena baginya jika partai telah memutuskan, maka tidak ada alasan bagi seorang kader untuk menolak.

“Tidak ada alasan untuk menolak ketika sudah diputuskan. Karena itu sudah menjadi karakter dan tradisi di Partai Golkar,” pungkasnya. (ndi)