DPP Gerindra Nyatakan Kepengurusan Parsan yang Sah di Dompu

Jpeg

Dompu (Suara NTB) – Parsan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Dompu menegaskan kepengurusan dirinya yang resmi dan diakui DPP Partai Gerindra. Hal ini berdasarkan keputusan majelis kode etik partai yang memenangkan dirinya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Dompu hingga 2020. Keputusan ini menjadi dasar bagi Bakesbang Poldagri untuk pembinaan partai tahun 2016 lalu.

Hal itu ditegaskan M. Parsan kepada Suara NTB di kantor Pemda Dompu, Jumat, 24 Februari 2017 kemarin. “Saya kan sudah di(sidang) kode etik dan saya menang. Sidangnya itu melawan H Willgo (Ketua DPD Partai Gerindra NTB), karena yang mengajukan (kepengusan DPC Partai Gerindra Dompu) H. Didi itu, H Willgo,” tegas Parsan.

Keputusan majelis kode etik partai ini, lanjut Parsan, menjadi dasar Badan Kesbang Poldagri mengeluarkan rekomendasi pengurusan dana pembinaan partai untuk Partai Gerindra tahun 2016 lalu. “Untuk memastikan siapa kepengurusan yang sah, lihat siapa yang mencairkan dana pembinaan partai di Pemda. Pencairan dana pembinaan partai itu atas rekomendasi Bakesbang Poldagri dan mereka telah menyurati DPP terkait dualisme kepengusan Partai Gerindra Dompu,” terangnya.

Ia pun mengingatkan kader Gerindra khususnya tiga anggota DPRD Dompu mestinya saling koordinasi, bukan saling menyikut dan menjatuhkan satu sama lain. Apalagi dirinya tidak pernah mengusik keberadaan anggota Dewan selama dua tahun lebih di Dewan.

Namun diakui Parsan, akibat kisruh kepengusan DPC Partai Gerindra Dompu beberapa waktu lalu sempat mencoreng citra partai. Karenanya, ia telah melakukan pembinaan terhadap dua dari tiga orang anggota DPRD Dompu dari Partai Gerindra yaitu Kurnia Ramadhan, SE dan Jamaluddin. “Sudah dibina yang lain, tinggal si Didi (H Didy Wahyuddin, SE). Dia nanti saya akan panggil melalui surat, biar resmi sifatnya,” ungkapnya. (ula)