DPD RI Minta Pemda Perhatikan Media Agar MotoGP Sukses

Sinergi PWI NTB dengan stakeholder, dari OJK, Bank NTB Syariah, dan PT. GNE. Bersama dewan kehormatan PWI NTB, H. Sukisman Azmy. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perwakilan DPD RI dari NTB, H. Sukisman Azmy meminta Pemprov NTB memperhatikan keberadaan media-media yang ada di daerah ini demi suksesnya penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal ini ditekankan senator asal NTB ini pada kegiatan sarasehan dan rapat kerja daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTB yang diselenggarakan, Jumat, 18 Desember 2020.

Di kegiatan ini, seluruh perwakilan perusahaan media, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, dan redaktur di NTB hadir. Mengambil tema “Menakar Prospek Ekonomi NTB 2021 di Tengah Pandemi Covid-19”. Narasumber yang diundang, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muh. Usman, Direktur Operasional PT. GNE, Ihsan dan udangan Dewan Pertimbangan Organisasi Real Estate Indonesia (REI), H. Izzat Husein.

H. Sukisman yang juga Dewan Kehormatan PWI NTB, mengatakan, NTB punya salah satu momentum besar, perhelatan MotoGP yang sebenarnya banyak ingin direbut oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia. Karena besarnya dampak ekonomi yang muncul dari balap motor bergengsi di muka bumi ini. “Banyak daerah-daerah lain yang berebut ingin menjadi tuan rumah MotoGP. Tapi Dorna (pemegang hak penyelenggaraan MotoGP) lebih memilih Lombok, NTB sebagai tempat penyelenggaraan. Peran media adalah terus menyuarakan kesiapan Lombok sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Namun di satu sisi, media-media lokal dihadapkan pada persoalan besar. Merumahkan karyawan, dan pemangkasan gaji karyawan sampai 50 persen, akibat pandemi corona. Ditengah kondisi ini, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah memberikan support kepada media-media lokal untuk tetap eksis. “Saya bayangkan, apa jadinya kalau media-media tutup dan tidak memberitakan tentang pembangunan NTB, terutama persiapan sebagai tuan rumah MotoGP 2021. Kita mohon support juga Kepala OJK bisa membisiki Pak Gubernur, kalau teman-teman media tidak memberitakan, apa jadinya NTB ini,” ujarnya.

Mantan Ketua PWI Provinsi NTB ini mengtakan dampak penyelenggaraan MotoGP di berbagai negara. Saat pengambilan nomor saja, ada 80 peserta yang hadir dari berbagai negara. Lalu saat penyelenggaraan, ada 160.000 tamu yang datang menyaksikannya. Dampak ekonomi dari jumlah tamu yang datang ini menurutnya sangat besar. Dari penginapan, akomodasi, dan transportasi. Demikian juga UMKM. “Karena itu, rencana penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang selain progres pembangunan infrastrukturnya terus jalan, peran media untuk menyampaikan kesiapan tuan rumah ini juga harus massif. Dengan catatan, media juga harus dibantu eksis,” imbuhnya.

H. Sukisman mengatakan, jangan sampai terulang kembali cerita MotoGP Qatar. Saat pengambilan nomor garis start pembalap, hanya sekitar 5 ribuan pengunjung yang datang, jauh dari jumlah peserta yang datang pada event yang sama di negara-negara lain. Demikian juga saat penyelenggaraan, di MotoGP Qatar jumlah penonton yang datang sangat sedikit dari biasanya. “Jangan sampai terjadi yang seperti itu di MotoGP Mandalika,” imbuhnya.

MotoGP Mandalika harus sukses, katanya. Persiapannya harus benar-benar matang dari seluruh aspek. Apalagi Provinsi NTB sudah membangun kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan balap motor di sirkuit Sentul. (bul)