DPD IMM NTB Gandeng OJK, Perkuat Ekonomi dan Literasi Keuangan Masyarakat

Foto bersama seusai kegiatan edukasi keuangan kepada ibu-ibu yang berprofesi sebagai pembuat jajan dan nelayan di pinggir Pantai Ampenan, Lingkungan Telaga Mas, Kota Mataram pada Rabu, 10 Oktober 2021.

Mataram (Suara NTB) – DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB dan Lazismu Provinsi NTB menggelar kegiatan edukasi keuangan kepada ibu-ibu yang berprofesi sebagai pembuat jajan dan nelayan di pinggir Pantai Ampenan, Lingkungan Telaga Mas, Kota Mataram pada Rabu, 10 Oktober 2021.

Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan protokol ketat cegah penularan Covid-19. Menjunjung tinggi prinsip menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan (3M). Ibu-ibu dan nelayan menjadi sasaran prioritas dalam edukasi, mengingat indeks literasinya relatif rendah. Berdasarkan hasil survei tingkat literasi tahun 2019, hanya 34,65 persen masyarakat NTB yang benar-benar memahami produk dan layanan industri jasa keuangan.

Iklan

Di kesempatan ini, OJK berbagi tips mengelola uang dengan bijak. Di antaranya dengan memisahkan penempatan uang modal usaha, uang belanja, dan uang tabungan, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.

Menabung sangatlah penting, mengingat nelayan biasanya memperoleh tangkapan ikan dengan nilai besar pada musim melaut, tetapi pada saat musim angin mereka terpaksa mencari pinjaman ke sana kemari, akibat tidak terbiasa menabung.

Berbagai produk tabungan atau simpanan tersedia di bank, mulai dari Tabunganku tanpa biaya administrasi, sampai dengan deposito dengan suku bunga di atas nilai inflasi. Peserta juga diwanti-wanti untuk menghindari penawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil menggiurkan, namun tidak berizin.

Bambang S. Antariksawan selaku Pejabat OJK yang membuka kegiatan, menekankan bahwa menjadi korban investasi bodong di masa pandemi akan semakin menyulitkan hidup masyarakat. Hal tersebut diamini oleh Miftahul Khair, Ketua Umum DPD IMM NTB, yang menyaksikan maraknya penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara Ketua Umum DPD IMM NTB, Miftahul Khair, mengatakan, IMM lahir tidak hanya sebagai wadah yang membangun intelektualitas di kampus-kampus semata, tapi sejatinya lahir sebagai Rumah Masyarakat yang selalu menjawab situasi dan kondisi, baik kondisi bangsa dan negara, terlebih lagi kondisi masyarakat pada umumnya. Sehingga DPD IMM NTB bersama OJK NTB dan Lazismu Provinsi NTB hadir di tengah masyarakat utamanya di tengah Pandemi Covid-19.

“Gerakan ini adalah bagian dari edukasi serta penguatan pemahaman masyarakat terkait kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.

Sebagai bagian aktualisasi nilai humanitas (kemanusiaan) serta ikut menjawab kegelisahan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, yang mana semua keadaan terhimpit. Dari segi akses sosial, ekonomi, pendidikan dan hampir semua terhambat, maka IMM hadir untuk berbagi dan mengaktualisasikan nilai kemanusiaan sebagai wujud keberadaannya di tengah masyarakat umum.

Kepala Lingkungan Telaga Mas Kelurahan Bintaro Ampenan, Maryam dan seluruh warganya memberikan apresiasi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB dan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB yang telah hadir di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi ekonomi.

Besar harapan kedepannya, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam UMKM dapat dibina sehingga usaha masyarakat dapat berkembang sehingga menghidupkan masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19 ini.

Dari PD BPR NTB Mataram, melalui Direktur Utama, Ketut Sudarmana, mengajak masyarakat untuk mengelola keuangan bersama program-program menarik dari PD BPR NTB Mataram, sebab mereka telah menyiapkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Mataram di saat ini dan kedepannya.

DPD IMM NTB berharap, setelah kegiatan edukasi ini dapat membuka peluang-peluang baru bagi masyarakat untuk tetap bertahan walaupun di tengah ancaman pandemi Covid-19 ini, karena orientasi besar dari kegiatan ini adalah masyarakat diharapkan tetap membangun kekuatan ekonomi produktif sehingga perputaran ekonomi di lingkungan masyarakat berjalan dengan baik.

Kehadiran pemerintah bukan menjadi satu-satunya yang diharapkan di tengah keadaan pandemi Covid-19 ini.
Ke depan, DPD IMM NTB bersama instansi terkait juga akan terus mengawal kegiatan ini sehingga proses pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat ini berjalan maksimal terutama ibu-ibu rumah tangga yang menjalankan usaha-usaha kecil dan menengah. Bahkan ke depan pihaknya berharap kelompok-kelompok ini menjadi desa binaan DPD IMM NTB. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional