DPD Hanura NTB Kubu OSO, Gelar Musdalub di Jakarta

Mataram (Suara NTB) – Pengurus DPD Hanura NTB kubu Oesman Sapta Oedang (OSO), menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Musdalub menghasilkan keputusan mengangkat Ketua DPD baru, yakni Syamsul Rizal.

Musdalub Hanura NTB itu digelar di Manhattan Hotel, Kuningan Jakarta Pusat. Syamsul Rizal terpilih secara aklsamasi sebagai Ketua DPD Hanura NTB yang baru dan Yeyen Seprian Rachmat sebagai Sekretaris DPD.

Iklan

Dalam keterangan pers yang disampaikan, Syamsul Rizal menjelaskan bahwa sesuai dengan AD/ART partai pasal 34 ayat 3 (c) tentang pengamanan dan penyelamatan partai oleh Ketum DPP digelar musdalub tersebut untuk menghindari adanya keributan Musdalub sengaja digelar di Jakarta.

Musdalub ini dihadiri oleh 7 Dewan Pimpinan cabang (DPC) Kabupaten Kota se-NTB, unsur dewan penasihat, pengurus DPD seperti Yeyen Seprian Rachmat, Haryoto, Ratu Sabani, Muhammad Auliya dan Aan Ardiansyah serta  Organisasi sayap partai dan organisasi otonom.

Sementara tiga pengurus DPC Partai Hanura yang tidak hadir pada Musdalub tersebut adalah hanya DPC Kabupaten Sumbawa, DPC Kabupaten Lombok Tengah serta DPC Kabupaten Lombok Timur. Sementara dari pengurus DPP pada Musdalub ini dihadiri oleh Ketua DPP Bidang Organisasi Beni Ramdani yang didampingi Ketua Bina Wilayah Bali NTB NTT Kadek Arimbawa.

DPP Partai Hanura usai menggelar Musdalub meminta kepada pengurus Hanura NTB yang baru untuk segera bekerja menyelesaikan verifikasi faktual yang akan dilakukan oleh KPU.

Rizal Ketua terpilih menyatakan akan melakukan konsolidasi internal partai. Konsolidasi ini kata Rijal untuk menyaring pengurus yang loyal atau tidak. Bila ada pengurus atau kader yang tidak mengikuti hasil Musdalub ini, maka Rizal menegaskan akan ada sanksi tegas .

“Tentu kader yang tidak searah alias membelot pasti dipecat, karena itu sudah tertuang  jelas dalam AD/ART Partai Hanura,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPD Hanura versi Mudahan Hazdie mengabaikan apapun manuver yang diambil oleh sejumlah kader Hanura yang disebutnya membelot ke kubu OSO. Pihaknya tidak pernah menganggapnya ada. Pasalnya OSO sudah diberhentikan sebagai Ketua Umum DPP.

“Abaikan saja,  tidak perlu dikomentari hal-hal yang begitu yang jelas beliau (OSO) sudah tidak menjadi ketua Umum Hanura lagi,” ujarnya.

Ia menuturkan, hasil Munaslub 2018 sudah memberhentikan OSO dari Ketua Umum 2015-2020, dan menetapkan Marsekal Madya (Purn.AU) sebagai ketua umum. “Itu sudah resmi,  jadi tidak ada kewenangan lagi,” tuturnya.

“Saya tidak menanggapi apapun langkah di sana, dan juga bung Nuri,” jawabnya tegas ketika ditanya soal kegiatan Musdalub yang dilakukan oleh tujuh DPC tersebut. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional