Dorong Peran Milenial, Pertanian Jadi Masa Depan

Sugiarta. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Generasi milenial jadi harapan melanjutkan pembangunan sektor pertanian. Generasi milenial harus didorong berkiprah pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung masa depan. Demikian Kepala SMK Pertanian Pembangunan (SMKPP) Mataram, Sugiarta, S.Pi, M.Pd, M. Si, Jumat, 3 Juli 2020. SMK PP Mataram adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB yang tupoksinya mencetak SDM-SDM unggul di bidang pertanian secara luas.

Sektor Pertanian, menurut Sugiarta, ke depan adalah sektor yang cukup menjanjikan. Karena keberlanjutan hajat hidup orang banyak tergantung sektor ini. Pertanian menurutnya tidak lagi berbicara tentang lumpur, kotor, atau sabit dan pola-pola tradisional lainnya. Bertani sudah bisa dilakukan secara modern. Disisi lain, semangat generasi milenial menjadi petani sangat rendah.

Iklan

Padahal, berbicara pertanian kini adalah berbicara terakit teknologi. Dari pengolahan lahan, produksi, panen, hingga pascapanen. Dan hasil pertanian bisa menciptakan beragam produk jadi jika dihilirisasi (diolah). Bahkan pertanian adalah sektor yang mampu bertahan di tengah tekanan besar, Covid-19. “Tidak ada petani yang tidak ke luar ke sawahnya karena covid. Tidak ada petani yang terhenti produksinya karena covid. Petani tetap survive dan menghasilkan. Itulah lapangan pekerjaannya sendiri yang tidak terganggu,” ujarnya.

Masa covid bahkan menurut Sugiarta adalah peluang bagi petani-petani milenial mengambil kesempatan. Istilahnya, petani milenial bisa menyalip petani-petani di atasnya. Alasannya, petani milenial memiliki kemampuan menguasai teknologi. Menciptakan pasar dan memasarkan hasil-hasil produksinya sendiri secara daring (online).

Sugiarta mengatakan, cukup membuktikan petani-petani millennial mendapat kesempatan di masa covid. Selama tidak dilaksanakan proses belajar mengajar secara langsung disekolah, siswa–siswinya dituntut kreatif. Bertani secara mandiri dengan teknologi-teknologi pertanian sederhana. Bisa dengan polibag, bahkan bisa bertani secara hidroponik. Generasi petani milenial ini bahkan mampu memproduksi olahan jadi di rumah sendiri. Dengan memanfaatkan bahan baku hasil-hasil pertaniannya.

  Harga Komoditi Pertanian Anjlok

“Banyak siswa yang datang menyetorkan hasil kreativitasnya ke sekolah. Entah krepek, atau produk-produk jadi dari bahan baku peternakan. Produk-produk itulah yang mereka jual secara online,” kata Sugiarta. Artinya, dengan sendirinya generasi milenial ini sudah mampu menciptakan lapangan usaha sendiri dengan berwirausaha. Diluar sana, lulusan-lulusan pertanian banyak juga yang menciptakan lapangan usaha bagi orang lain. Menjadi penangkar bbibit unggul, peternak besar, pengusaha tanaman hias, atau pengusaha perikanan. dan sejeninya.

Pertanian mencakup arti luas. Peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan. Kesemuanya adalah peluang besar masa depan. Pencetakan generasi milenial  konsisten dilakukan oleh SMK PP Negeri Mataram. Menciptakan petani milenial  yang profesional, tahapan dimulai dari pendidikan pertanian. Penyediaan laboratorium yang lengkap, dan menyediakan peluang kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here