Dorong Penanaman Porang, Pabrik Pengolahan Siap Hadir di Dompu

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau tanaman porang yang dibudidayakan di lereng gunung Tambora, Minggu, 7 Februari 2021.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu mendorong penanaman porang di lahan lereng gunung Tambora. Pada 2021 ini ditargetkan tanaman porang mencapai 500 ha dan 2023 mendatang seluas 3 ribu ha. Ketika luas tanaman porang mencapai 3 ribu ha, pabrik pengolahan porang siap dihadirkan di Dompu.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB, Minggu, 7 Februari 2021 mengaku telah meninjau langsung tanaman porang yang diuji cobakan di lereng gunung Tambora wilayah kecamatan Pekat. Uji coba dilakukan antara di area terbuka dan di bawah pohon pelindung seperti tanaman kopi. “Hasil uji coba (porang) area terbuka dan di bawah (pohon) naungan kopi, pertumbuhan sama,” katanya.

Iklan
Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin bersama petani porang.(Suara NTB/ist)

Umbi-umbian dan buah di area uji coba, kata H. Bambang, sama-sama berpotensi. Sehingga pola ini harus didorong untuk dikembangkan kedepan, karena dua komoditi bisa dikembangkan secara bersama-sama. Masyarakat pun bisa mendapatkan hasil berkali lipat dari usaha pertaniann dan perkebunan ini.

Pada tahun 2021 ini, luas tanaman porang yang direncanakan untuk ditanam 500 ha dan sampai tahun 2023 ditargetkan 3 ribu ha. Ketika luas tanaman porang telah mencapai 3 ribu ha, pabrik pengolahan siap dioperasikan di Dompu. “Tahun ini target tanam 500 ha sampai dengan 2023 seluas 3 ribu ha dan pabrik pengolahan siap beroperasi,” ungkapnya.

Porang ini menjadi salah satu komoditi yang menjadi salah satu program prioritas pasangan Kader Jaelani-H Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ Syah), Bupati dan wakil Bupati terpilih untuk dikembangkan di Dompu. Porang tanaman umbi-umbian ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.

Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang seperti dilansir laman resmi Kementerian Pertanian.

Porang merupakan tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60 persen dan dapat tumbuh pada tanah ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan bawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Potensi porang per ha mencapai 15 ton dengan harga di pasaran Rp.2,5 ribu per 1 umbi beratnya 4 kg dan 100 pohon bisa menghasilkan Rp.1 juta. Sementara dalam 1 ha, bibit yang ditanam bisa 6 ribu atau 24 ton per ha. Sehingga bisa menghasilkan Rp.60 juta per ha.

Karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor dan memiliki nilai strategis untuk dikembangkan. Pada 2018 lalu, ekspor porang tercatat 254 ton dengan nilai Rp.11,31 M ke Jepang, Tiongkok, Vitnam, Australia, dan lainnya. (ula/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional