Dorong Lahirnya Perwal

Abd Rachman (Suara NTB/fit)

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., menyambut baik antusiasme Kepala Dinas LH (Lingkungan Hidup) Kota Mataram yang baru untuk mendaftar menjadi nominator piala Adipura. ‘’Itu merupakan suatu langkah positif,’’ katanya kepada Suara NTB di ruang kerja Komisi III DPRD Kota Mataram, kemarin.

 Adipura, menurut Rachman menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas LH Kota Mataram agar lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebersihan. Dorongan Komisi III kepada Pemkot Mataram, khususnya Dinas LH Kota Mataram, agar segera diberlakukan Perda nomor 1 tahun 2019 tentang penanganan kebersihan.

Iklan

‘’Kami melihat perda itu cukup membantu dalam upaya menangani sampah. Karena dalam perda itu diatur soal reward and punishment,’’ ungkapnya. Misalnya, ketika masyarakat tidak menjalankan penanganan kebersihan sesuai Perda tersebut, tentu ada sanksinya. Demikian pula sebaliknya, reward akan diberikan kepada masyarakat yang mentaati aturan itu.

’Reward ini, tentu lebih kepada kemaslahatan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,’’ katanya. Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini mengingatkan kepada Dinas LH Kota Mataram supaya melakukan sosialisasi secara intens kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan. Baik di tingkat rumah, lingkungan maupun Kota Mataram sendiri.

Terkait pemberlakuan Perda Kota Mataram nomor 1 tahun 2019, Komisi III, kata Rachman sebetulnya sudah mendorong supaya Pemkot Mataram segera membuatkan Perwal (Peraturan Walikota). ‘’Tapi kondisi waktu itu tahun 2019 tau sendiri, bahwa di situ adalah masa kampanye Pilkada sehingga penerapan Perda tersebut belum dilakukan sampai saat ini,’’ terangnya.

Oleh karena itu, kata anggota dewan dari daerah pemilhan Selaparang ini, Walikota Mataram diharapkan segera membuat Perwal. Sehingga, Perda nomor 1 tahun 2019 dapat segera diterapkan. Rachman yakin, kalau perwal sudah ada, tentu tidak sulit bagi Kota Mataram untuk mendapatkan kembali Piala Adipura.

Sebab, Perda itu sendiri, kata anggota dewan dua periode ini, mengatur semua lini tentang kebersihan. ‘’Sehingga, apa yang kemarin menjadi kendala kita mendapatkan Piala Adipura, bisa kita wujudkan,’’ ucapnya. Selama ini, sambung Rachman, kesadaran masyarakat akan kebersihan, masih menjadi tantangan berat Pemkot Mataram dalam penanganan kebersihan.

‘’Berapapun banyaknya kontainer atau tempat sampah yang kita sediakan kalau masyarakatnya tidak sadar, tentunya itu tidak bisa berdampak. Ini yang perlu kita rubah adalah mainset masyarakat,’’ sesalnya. Terkait hal itu, Rachman meminta Pemkot Mataram tidak bosan-bosan melakukan edukasi kepada masyarakat.  ‘’Setelah kita melakukan edukasi kepada masyarakat, hal penting lainnya adalah kita perlu melakukan pembinaan dan juga pengawasan,’’ demikian Rachman. (fit)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional