Dorong Cepat Sektor Pariwisata, MotoGP Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB

H. Ridwan Syah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemulihan sektor pariwisata dinilai akan mempercepat pemulihan ekonomi NTB tahun 2021, yang ditargetkan sebesar 2,75 – 3,3 persen. Apalagi dengan adanya gelaran MotoGP Mandalika, Oktober mendatang, dinilai akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi NTB.

‘’Kita berharap sebenarnya sektor yang kita dorong cepat ini adalah pariwisata. Mudah-mudahan MotoGP berjalan sesuai rencana. Sehingga itu kita jadikan momentum kebangkitan ekonomi kita,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.TP., dikonfirmasi Kamis, 18 Februari 2021.

Iklan

Menurutnya, jika gelaran MotoGP Mandalika berjalan sesuai rencana tahun ini. Maka akan memiliki dampak yang cukup luas terhadap sektor lainnya, baik transportasi, perhotelan, UMKM.

‘’Ketika MotoGP jadi bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi NTB,’’ ujarnya.

Sebagaimana rilis BPS, sepanjang 2020, perekonomian NTB mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi karena pandemi Covid-19. Ekonomi NTB tumbuh minus 0,64 persen. Tahun 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 3,90 persen atau naik dari keadaan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang tumbuh negative – 4,50 persen karena faktor gempa.

Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan IV-2020 tercatat minus 3,03 persen dibandingkan kondisi periode triwulan IV-2019.  Lapangan Usaha dengan laju pertumbuhan paling tinggi pada Triwulan IV-2020 adalah Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi, yaitu sebesar 12,07 persen dibandingkan kondisi Triwulan IV-2019 (y-on-y).

Sedangkan Lapangan Usaha dengan laju pertumbuhan paling rendah pada Triwulan IV-2020 adalah Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan, yaitu -28,72 persen dibandingkan kondisi Triwulan IV-2019 (y-on-y).

Di tengah pandemi Covid-19, kata Ridwan, penanganan di bidang kesehatan harus berjalan beriringan dengan penanganan dari sisi ekonomi. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi, konsumsi dan ekspor.

Investasi bisa pemerintah, dan swasta. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kata Ridwan, ada yang  mengatakan harus memperbesar konsumsi. Tapi konsumsi tergantung tingkat pendapatan masyarakat.

‘’Oleh karena itu, daya beli masyarakat yang harus kita genjot dengan fokus pada meningkatkan produksi dan memperkuat UMKM,’’ ujarnya.

Karena, jika mengharapkan investasi dalam kondisi seperti saat ini memang agak berat. Karena investor juga mengerem investasinya. ‘’Makanya, lebih baik kita fokus bagaimana UMKM bisa tetap berproduksi,’’imbuhnya.

Mantan Kepala Bappeda NTB ini mengatakan bila perlu kebutuhan masyarakat di dalam daerah dapat dipenuhi oleh produk-produk UMKM. Sehingga, uang masyarakat NTB tidak lari ke luar daerah.

Dengan memberikan stimulus ekonomi, diharapkan UMKM lokal tetap berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah. Bahkan, bila perlu produksinya dikirim ke luar daerah.

Sehingga, kata Ridwan, Gubernur telah menjajaki peluang kerja sama dengan provinsi-provinsi yang banyak penduduknya di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Dengan jalinan kerja sama antar daerah tersebut, produk UMKM NTB punya pasar di luar daerah.

‘’Kita juga memasarkannya melalui NTB Mall, bisa online dan offline. Karena selama ini pasarnya kebingungan. Melalui NTB Mall ini, barang-barang itu dikenalkan. Ketika orang mau beli, barang itu setiap saat tersedia,’’ terangnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional