Dorna Apresiasi Gelaran WSBK Mandalika, NTB Punya Waktu Tiga Bulan Benahi Kekurangan Jelang MotoGP 2022

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan Dorna Sports mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan World Superbike (WSBK) Mandalika yang digelar 19 – 21 November, pekan kemarin. Meskipun ada kekurangan, seperti Kawasan Mandalika yang tergenang ketika hujan lebat, hal itulah yang diperbaiki dalam tiga bulan ke depan jelang perhelatan MotoGP Mandalika, 20 Maret 2022.

‘’Ada genangan-genangan, karena pemasangan paving block belum selesai. Itu PR-nya kita catat. Kita juga tidak boleh menafikan semua kekurangannya, kita catat untuk kemudian kita perbaiki ke depan,” kata Wagub dikonfirmasi di Mataram, Senin, 22 November 2021.

Iklan

Wagub mengatakan masih ada waktu tiga bulan ke depan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di Kawasan Mandalika. Menurutnya, kekurangan-kekurangan tersebut dapat dituntaskan bulan Desember, Januari dan Februari mendatang.

‘’Tapi secara keseluruhan, Dorna mengapresiasi gelaran WSBK ini. Masalah teknis kecil-kecil yang masih kurang, itulah yang kita perbaiki,’’ tambah Wagub.

Gelaran MotoGP Mandalika, 20 Maret 2022 mendatang menjadi tantangan Pemda dan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola Kawasan Mandalika. Karena MotoGP kelasnya lebih tinggi daripada WSBK.

‘’Karena MotoGP kelasnya di atas lagi. Itu menantang kita. Kita bisa kok. WSBK saja bisa, MotoGP pasti bisa,’’ ujarnya optimis.

Selain Dorna, Wagub mengatakan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan juga memberikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan WSBK Mandalika. Namun Luhut,  kata Wagub, juga meminta persiapan MotoGP Mandalika lebih baik lagi.

‘’Intinya Pak Luhut mengapresiasi dan bagaimana ke depan kita mempersiapkan lebih baik lagi. Karena Pemerintah Pusat sangat mensupport,’’ tandas orang nomor dua di NTB ini.

ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyambut gembira keluarnya juara dunia baru WSBK yang dinobatkan di Pertamina Mandalika International Street Circuit seusai balapan yang berlangsung Minggu (21/11). Race 1 dengan 21 putaran dan Race 2 sebanyak 12 putaran yang merupakan final laga WSBK musim 2021  berlangsung dengan aman tanpa gangguan berarti, meski hujan sempat turun.

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah mengatakam, gelaran WSBK Mandalika menjadi sejarah di Indonesia. Juara dunia baru WSBK dinobatkan di sirkuit baru Pertamina Mandalika International Street Circuit. WSBK merupakan event balap motor internasional pertama yang digelar di sirkuit ini pascadiresmikan  Presiden Jokowi, 12 November lalu.  ‘’Merupakan kebanggaan bagi kami dapat menyelenggarakan final laga dan menutup WSBK musim 2021 dengan baik,’’ katanya.

Ricky menambahkan bahwa sistem drainase baik lintasan maupun seluruh kawasan sirkuit berfungsi dengan baik. Terutama sistem drainase lintasan sirkuit yang telah berfungsi dengan sempurna sehingga mampu menghilangkan genangan air dalam waktu singkat walaupun hujan mengguyur dengan deras. “Terbukti balapan WSBK hari dapat terlaksana walaupun berlangsung dalam kondisi hujan,” jelas Ricky.

Pihaknya menyadari banyak aspek penyelenggaraan yang belum sepenuhnya ideal sehingga penyelenggaraan WSBK ini menjadi pengalaman berharga untuk suksesnya penyelenggaraan event MotoGP 2022 serta event-event berikutnya. Lintasan Sirkuit Mandalika telah dibangun dengan menggunakan teknologi pengaspalan paling modern bernama stone mastic asphalt (SMA).

Yakni campuran aspal yang digunakan untuk melapisi permukaan atas aspal dengan tujuan memperkuat struktur lapisan permukaan dengan prinsip kontak stone by stone. Sehingga volume aspal yang dipergunakan pun menjadi kecil. SMA memiliki daya penetrasi yang tinggi, sehingga pembalap tidak mudah terjatuh saat terjadi wet race atau jalan licin akibat air hujan.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang lintasan 4,3 kilometer, dengan lebar 15 meter, dan dilengkapi dengan 17 tikungan serta memiliki speed trap (gaya dorong pemicu pembalap untuk memaksimalkan kecepatan saat berlaga) yang cukup lebar dan tinggi. Trek ini dilengkapi dengan dua service road, yaitu service road inner dengan panjang 3,8 kilometer dan lebar 14 meter dan service road outter sepanjang panjang 4,32 kilometer dan lebar 14 meter, serta pit lane dengan panjang 835 meter dan lebar 14 meter.  (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional