’’Doping’’ bagi Petani

Indra Sutiadi. (Suara NTB/bul)

SEKRETARIS Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram, Indra Sutiadi mengusulkan pemberian bantuan pemerintah lebih tepat sasaran, efektif, dan mendidik untuk menggerakkan perekonomian negara di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pemerintah dapat memberikan bantuan kepada sektor-sektor produktif yang dapat mengungkit kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Misalnya, memberikan bantuan kepada sektor pertanian dalam arti luas. Petani tanaman pangan dan hortikultura, pekebun, peternak, dan nelayan. Sektor pertanian adalah sektor dominan penyerapan tenaga kerja, dan terhadap PDRB. Karena itu, para petani menurut Indra harus mendapatkan perhatian khusus.

Iklan

“Berikan mereka bantuan. Kalau butuh pupuk, berikan bantuan pupuk, kalau butuh pakan, berikan bantuan pakan. Sarana dan prasarana produksinya dibantu lebih massif,” katanya. Bukan tidak sependapat cara pemerintah memberikan bantuan dengan bantuan langsung. Atau bantuan sembako kepada masyarakat. “Jangan sampai petani ikut-ikutan mengharapkan bantuan. Dan bermalas-malasan. Padahal mereka punya lahan yang bisa digarap maksimal. Dan mereka bisa tetap produktif di tengah pandemi seperti ini,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung, subsidi pemerintah kepada masyarakat melalui program rumah subsidi juga menurutnya lebih pas diarahkan dengan memberi doping kepada petani. “Kalau subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah, jelas mereka sudah punya penghasilan sebenarnya. Yang paling penting dipikirkan, bagaimana masyarakat yang kelas bawah yang tidak punya penghasilan tetap ini menjadi prioritas,” ujarnya.

Indra mengatakan, jika petani ini digerakkan, mereka dapat menyiapkan lapangan pekerjaan sendiri bagi masyarakat lainnya. Tenaga untuk penanaman, tenaga untuk pemeliharaan, tenaga panen, hingga tenaga pascapanen bisa bergerak. Efek tetesnya luas. Lain halnya jika pemerintah hanya memberikan bantuan sembako. Dikonsumsi, lalu menguap begitu saja. Dan cenderung masyarakat menjadi tidak produktif.

Karena itu, ia mengharapkan bantuan-bantuan yang dikucurkan pemerintah lebih kepada kegiatan-kegiatan yang produktif. Pemerintah juga menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat. Tetapi masyarakat masih terganggu dengan aturan atau syarat-syarat untuk mendapatkannya. Belum lagi masyarakat tidak terbiasa langsung ke kantor bank.

Indra mengatakan, masih belum sangat efektif menyelesaikan persoalan ekonomi di tingkat akar rumput. Lalu yang tak kalah penting adalah, membantu petani dalam lingkup sektor pertanian secara luas, Indra mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban membeli/menyerap hasil-hasil prduksi petani. Daripada membeli hasil hasil pertanian yang didatangkan dari luar negeri (impor).

“Beras misalnya, kesempatan sekarang serap beras petani, atau buah, atau hasil peternakan dan lainnya. Beli agak mahal juga tidak masalah. Daripada mengimpor. Sehingga dampak ekonominya bisa dirasakan petani, bisa dirasakan juga oleh masyarakat. Beli apapun hasil produk petani kita, kalau harganya lebih tinggi, ndak masalah. Masak beli produk petani kita harganya minta dipress. Giliran beli produk impor harganya tinggi. Beli saja, karena mereka inilah yang menguatkan ekonomi negara,” jelas Indra. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional