Dongkrak Ekonomi NTB

Hj. Eva Dewiyani (Suara NTB/dok)

EVENT World Superbike (WSBK) Mandalika yang akan digelar 19 – 21 November mendatang diperkirakan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB. Dengan pelibatan UMKM dalam event internasional tersebut, diyakini akan membangkitkan aktivitas ekonomi yang selama ini terpuruk akibat pandemi Covid-19.

‘’Dengan adanya WSBK, akan banyak produk-produk UMKM yang dijual. Tenaga kerja akan ditampung di sana. Otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB,’’ ujar Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Dra. Hj. Eva Dewiyani dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Menurutnya, gelaran WSBK Mandalika akan menggerakkan sektor pariwisata. Dengan bergeraknya sektor pariwisata, maka akan berpengaruh pada sektor-sektor lainya.

“Tenaga kerja di sektor pariwisata akan terserap, dan UMKM akan bergerak semua. Kemudian produk-produk pangan lokal juga akan dibutuhkan di perhelatan tersebut,” katanya.

Melihat jumlah penonton yang diperkirakan sampai puluhan ribu orang, Eva mengatakan produk-produk pangan pasti akan dibutuhkan. Karena pengunjung yang datang menyaksikan WSBK, pasti butuh makan dan minum. “Produk pangan ini yang akan mendongkrak ekonomi nanti,” ujarnya.

Dalam event WSBK, ratusan UMKM lokal ikut terlibat. Ekonomi NTB diprediksi akan tumbuh hingga 5 persen.

Pelaku UMKM berharap event WSBK ini bisa terselenggara sesuai harapan masyarakat NTB. Termasuk dapat memberi dampak ekonomi cukup signifikan setelah hampir dua tahun terpuruk akibat pandemi.

Sebelumnya, BPS telah merilis ekonomi provinsi NTB pada triwulan II-2021 dibandingkan triwulan II-2020 (y on y) tumbuh 4,68 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh tumbuhnya berbagai kategori lapangan usaha pada Triwulan II-2021 dibandingkan Triwulan II-2020.

Pertumbuhan tertinggi dialami Kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 64,20 persen. Kemudian diikuti Kategori Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 59,62 persen dan Kategori Konstruksi yang tumbuh 15,48 persen.

Kondisi ini menunjukkan mulai pulihnya ekonomi NTB secara y on y di tengah pandemi Covid 19. Ekonomi Provinsi NTB tanpa pertambangan bijih logam pada triwulan II-2021 (y on y) tumbuh sebesar 4,68 persen.

Dilihat dari penciptaan pertumbuhan, sumber pertumbuhan tertinggi pada ekonomi Provinsi NTB triwulan II-2021 (y on y) diberikan oleh Kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar 1,90 persen.

Selanjutnya Kategori Konstruksi sebesar 1,30 persen, Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,62 persen, dan Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,60 persen.

Struktur ekonomi Provinsi NTB triwulan II-2021 didominasi oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Kemudian diikuti Kategori Pertambangan dan Penggalian dan Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan peran masing-masing sebesar 25,10 persen, 16,27 persen dan 14,23 persen.

Selanjutnya Kategori Konstruksi dan Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib memiliki peran masing-masing sebesar 8,89 persen dan 6,97 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut mencapai 71,45 persen terhadap total PDRB Provinsi NTB. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional