Beranda Dompu Pengusaha Sarang Walet Terimbas Virus Corona

Pengusaha Sarang Walet Terimbas Virus Corona

0
22
Dedi Suryadi (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu termasuk salah satu daerah yang banyak burung waletnya. Sehingga tidak heran, banyak rumah dan bangunan di Dompu kini berubah menjadi rumah walet akibat tergiur dengan harga jual sarang walet yang tinggi. Namun, merebaknya wabah virus Corona di China kini mulai dirasakan dampaknya bagi petani walet di Dompu.

China merupakan satu-satunya negara tujuan penjualan sarang walet Indonesia, termasuk diantaranya Kabupaten Dompu. “Sarang walet dari Indonesia ini dibawa ke China melalui Malaisiya. Ketika China saat ini diserang virus Corona, secara pasti akan berdampak pada pengusaha walet,” kata Dedi Suryadi, A.Ma salah seorang pengusaha walet di Dompu kepada Suara NTB, Kamis, 6 Februari 2020.

Jika dulu harga penjualan sarang walet mencapai Rp14 juta per kg untuk kualitas super, kini harganya sudah turun berkisar Rp.8 juta per kg. Harga ini diperkirakan akan terus turun bila serangan virus Corona di China masih terus terjadi. Apalagi saat ini, sejumlah negara termasuk Indonesia sudah melarang penerbangan dari dan ke China, serta membatasi eksport dan import dari China.

Dedi pun mengakui, jumlah pengusaha walet di Kabupaten Dompu saat ini telah mencapai ribuan dan yang berproduksi sekitar 500an. Di saat warga Dompu sedang semangatnya membangun usaha walet, kini dihadapkan dengan masalah yang dihadapi China.

Diakui Dedi, sistem dagang walet dimonopoli oleh China. Kendati kebutuhan akan walet ini banyak di sejumlah negara, termasuk AS, Eropa, Australia dan negara-negara besar lainnya. Ia pun berharap, di saat serangan virus Corona yang terjadi di China, tata niaga sarang walet ini bisa berubah, sehingga tidak merugikan pengusaha walet dalam negeri. (ula)

  Warga Perbatasan Bersitegang, Siswa Terpaksa Libur

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + three =