Dompu Siaga Bencana Hingga Maret

Satuan gabungan saat menggelar apel siaga bencana alam di Lapangan Beringin Setda Dompu, Rabu, 22 Januari 2020.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Bencana alam banjir, tanah longsor dan angin puting beliung tengah jadi ancaman serius di Dompu. Setidaknya, sampai Maret 2020 mendatang. Untuk itu, satuan gabungan TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait, Rabu, 22 Januari 2020 menggelar apel siaga bencana di Lapangan Beringin Setda Dompu.

Dipimpin Langsung Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom. Apel siaga dengan tujuan utama mengevaluasi kesiapan anggota dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman bencana alam berlangsung hikmad. “Dengan kesiapan ini kita bisa mengetahui langkah apa yang harus diambil ketika ada indikasi bencana. Disamping itu agar dapat meminimalisir dampaknya,” ungkap Dandim menjawab Suara NTB.

Dikatakan, Dompu termasuk wilayah yang dikelilingi Ring Of Fire sehingga rawan terhadap kebencanaan Geologi dan Hidrometeorologi. Seperti halnya gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung. Untuk itu, sikap sigap serta waspada dalam menghadapi kemungkinan buruk tersebut sangatlah penting.

Selain sikap sigap, lanjut Ali Cahyono, pendeteksian titik rawan akan dilakukan untuk memastikan strategi penanganan yang cepat dan tepat di lapangan. “Kita TNI-Polri maupun kalangan lain pada intinya sudah siap dalam menghadapi bencana ini,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, M Jufri, ST., M.Si dikonfirmasi terkait peta titik rawan tiga jenis bencana alam yang tengah menghantui warga itu menyebutkan, untuk tanah longsor tersebar di wilayah perbatasan Bima-Dompu, Tanjakan Teka Sire kecamatan Manggelewa serta beberapa titik di Kilo dan Pekat. Sedangkan banjir bandang hampir semua kecamatan terancam. Karena memang sangat tergantung pada intensitas curah hujan tinggi dan kondisi sedimentasi saluran drainase. “Kaitan dengan angin puting beliung itu di Manggelewa, Kilo dan terakhir Kecamatan Pekat,” jelasnya.

Siaga bencana dengan melibatkan satuan terkait direncanakan berlangsung hingga 31 Maret 2020 mendatang. Di mana konsepnya tim disiagakan 1×24 jam di posko utama yang berada di Kantor BPBD Dompu.

Posko satu-satunya itu akan menjadi sentral pelaporan setiap bencana alam yang terjadi untuk kemudian ditindaklanjuti. Termasuk permasalah krisis air bersih yang kini dihadapi sebagian wilayah. “Setiap ada kepala desa memberikan laporan bahwa di sini kekurangan air bersih, kami segera menindaklanjutinya. Untuk sarana prasarana dari masing-masing intansi sendiri sudah siap semua,” pungkasnya. (jun)