Bupati Dompu Instruksikan Seluruh OPD Gunakan Absensi Sidik Jari

Absensi dengan sidik jari mulai dimanfaatkan di kantor-kantor OPD di Kabupaten Dompu sebagai tindak lanjut atas rekomendasi KPK RI.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah daerah (Pemda) untuk menggunakan absensi sidik jari. Penggunaan absesnsi ini berdasarkan rekomendasi KPK agar pembayaran tunjangan kinerja tidak salah sasaran.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin beberapa waktu lalu mengungkapkan, masih ada beberapa SKPD di Dompu yang menggunakan absensi secara manual untuk mengganti dengan absensi sidik jari. “Kita sudah sepakat, paling lambat 15 Februari (2020) tidak ada yang menggunakan absensi manual,” katanya.

Penggunaan absensi sidik jadi, kata H. Bambang, merupakan salah satu rekomendasi KPK. Supaya pembayaran gaji, tunjangan kinerja daerah dan sebagainya akan lebih obyektif. Meskipun alat ini masih bisa dimanipulasi dengan hanya menempel sidik jari saat kedatangan dan kepulangan saja.

Namun ada beberapa kantor yang cukup disiplin dalam penerapan absensi sidik jari. Kantor ini dibuka dengan sidik jari, sehingga lama seorang karyawan di luar kantor akan terekam. “Tapi yang penting, alat (absensi sidik jari) ini jangan ditempel di pinggir jalan. Takutnya jalan di kantor, ndak turun dari motor langsung tempel sidik jari selesai,” kata H. Bambang.

Instruksi penggunaan absensi dengan sidik jari ini mulai dilakukan sejumlah OPD di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu. Penggunaan absensi sidik jari ini cukup efektif meningkatkan disiplin kehadiran ASN. Walaupun masih ada ASN yang hadir hanya untuk menempelkan sidik jari dan tidak melakukan aktivitas di kantor. (ula)