Pupuk Subsidi Minim, Padi Diserang Hama Putih Palsu

Salah seorang petani di So Buncu Desa Matua, saat menunjukan tanaman padi yang terserang hama putih palsu, Sabtu, 4 Januari 2020 (Suara NTB/jun).

Dompu (Suara NTB) – Dimasa pertumbuhan padi awal tahun 2020 ini, sejumlah petani di So Buncu masih kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Akibatnya, komoditi tersebut diserang hama putih palsu atau Cnaphalocrocis Medinalis. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat mereka mengalami kerugian.

Petani di So Buncu Desa Matua Kecamatan Woja, Teguh Widodo kepada Suara NTB, Sabtu, 4 Januari 2020 menyampaikan, stok pupuk bantuan pemerintah itu mulai sulit diperoleh akhir November 2019. Akibatnya, pertumbuhan padi yang ditanam sedikit lamban serta dedaunannya kini diserang hama penyakit.

Baca juga:  Sektor Pertanian Masih Jadi Tumpuan NTB

“Pemutihan pada daun ini sudah hampir dua minggu. Biasanya akan kembali normal setelah pemupukan, cuma sekarang kendalanya pupuk sulit kita dapat,” ungkapnya. Di sejumlah pengecer, lanjut dia, tak ada sama sekali stok pupuk subsidi yang tersedia seperti biasa. Rata-rata gudang mereka penuh dengan pupuk non subsidi.

Untuk memanfaatkan pupuk dengan harga minimal Rp300 ribu/sak tersebut dirasa cukup memberatkan. Apalagi ditengah harga gabah yang tidak pernah menentu setiap kali musim panen tiba. Karenanya, Teguh Widodo berharap, adanya upaya intervensi dari pemerintah agar petani tidak sampai mengalami kerugian.

Baca juga:  Dicari, Petani Milenial di NTB

“Hama ini memang tidak begitu berbahaya dibanding hama-hama lain, tetapi ketika dibiarkan tetap mempengaruhi hasil penen,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan petani lain yakni Abdullah. Selaku anggota yang tergabung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pihaknya sudah mengumpulkan biaya pembelian pupuk pada ketua kelompok diawal masa tanam. Akan tetapi sampai menjelang tanamannya berbuah belum ada pupuk subsidi yang diterima.

“Kemarin dijanjikan Desember tapi nyatanya tidak ada. Kemudian dikabarkan lagi Januari, cuma ndak tahu kapan waktunya. Sekarang ini kita butuh pupuk itu cepat karena sebentar lagi berbuah,” terangnya.

Baca juga:  Distan KSB Tunggu Pihak Bank Terkait Penggunaan Kartu Tani

Pengusaha pupuk UD. Simpatik di Desa Nowa, Ismail yang dikonfirmasi Suara NTB via telepon, Minggu, 5 Januari 2020 mengakui minimnya persediaan pupuk subsidi tersebut. Kondisi yang sudah terjadi sebulan terakhir itu disebabkan lambannya pengalokasian dari Distanbun sendiri. Besar kemungkinan dipicu beberapa perubahan dalam pengusulan kelompok dan sebagainya.

“Informasi dari distributor itu belum ada tanda tangan pengalokasian dari dinas. Mungkin dalam minggu-minggu ini sudah tersalur,” tandasnya. (jun)