Beranda Dompu Bulan Depan, Mitan Subsidi Ditarik dari Dompu

Bulan Depan, Mitan Subsidi Ditarik dari Dompu

Soekarno (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah akan menarik sepenuhnya minyak tanah subsidi dari peredaran mulai Januari 2020. Namun minyak tanah (Mitan) non subsidi akan tetap disiapkan dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter dan harus dipesan khusus di Pertamina. Pemerintah pun mendorong masyarakan untuk beralih menggunakan gas Elpiji, agar lebih praktis dan sehat.

Kepala bagian (Kabag) Ekonomi Setda Dompu, Soekarno, ST, MT kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 16 Desember 2019 mengatakan, peredaran mitan bersubsidi hanya dilakukan hingga Desember 2019, itupun setelah dikurangi kuota hingga 50 persen sejak Oktober 2019 lalu. “Mulai Januari 2020 nanti, sudah tidak ada beredar mitan bersubsidi,” katanya.

Mitan non subsidi akan disiapkan pemerintah melalui pertamina. Mitan ini tidak diedarkan bebas seperti halnya mitan subsidi yang memiliki agen dan pengecer. Mitan non subsidi akan didistribusikan berdasarkan pesanan (order). Untuk wilayah Dompu, harga mitan non subsidi sekitaar Rp15 ribu per liter. “Itu (mitan) tergantung pesanan. Tidak ada pengecernya,” ungkapnya.

Kelangkaan dan mahalnya mitan, Soekarno berharap, masyarakat bisa beralih sepenuhnya pada gas Elpiji. Saat ini, gas Elpiji subsidi pemerintah sudah semakin luas peredarannya di semua wilayah Dompu dan harganya semakin stabil. Penggunaan gas, selain lebih hemat biaya dan waktu, kebersihan juga dapat dijaga.

Kekhawatiran kebakaran dari meledakan gas, Soekarno mengatakan, itu bisa ditangani dengan menempatkan tabung gas berada di ruang yang bagus sirkulasi udaranya. Ketika ada kebocoran, gasnya akan terurai bersama udara. Langkah lain dengan menggunakan regulator, selang dan kompor yang ber SNI.

“Kalau tabung, dijamin tidak akan meledak. Kebakaran dari ledakan gas selama ini akibat gasnya bocor dan itu biasanya terjadi di regulator, selang atau di kompornya,” ungkapnya. (ula)