Diterjang Puting Beliung, Warga Lanci Jaya Kekurangan Air Bersih

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat meninjau Faujin korban yang terkena runtuhan tembok rumah akibat angin puting beliung di Lanci Jaya, Kamis,  12 Desember 2019. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Angin puting beliung yang menerjang wilayah Dompu, Rabu,  11 Desember 2019 sore merusak sekitar 244 unit rumah dan dua sekolah di Desa Lanci Jaya dan Nusa Jaya Kecamatan Manggelewa. Jaringan listrik putus akibat angin membawa terbang atap rumah warga dan menumbangkan pohon kayu. Warga yang kebanyakan telah menggunakan sumur dalam, tidak bisa menikmati air bersih akibat jaringan listrik putus.

Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin yang langsung meninjau korban bencana angin puting beliung di Lanci Jaya, Kamis,  12 Desember 2019 mengungkapkan, ketersediaan air bersih menjadi hal utama dampak angin puting beliung di Lanci Jaya dan Nusa Jaya Kecamatan Manggelewa. Pihaknya pun langsung memasok air bersih untuk warga.

“Kenapa air bersih menjadi masalah, padahal ini angin puting beliung dan saat musim hujan? Karena hampir semua warga di sini menggunakan air sumur dalam dan menggunakan mesin untuk menariknya. Sementara jaringan listrik di sini putus, sehingga tidak bisa menarik air,” kata H. Bambang.

Angin puting beliung di Manggelewa ini menghancurkan sekitar 187 unit rumah warga di Desa Lanci Jaya dan 57 unit rumah di Desa Nusa Jaya Kecamatan Manggelewa. SMAN 2 Manggelewa, SDN 12 Manggelewa, MTs Fadhilatul Islamiah, dan Pasar Lanci Jaya juga ikut terkena kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. Bahkan atap bangunan SMAN 2 Manggelewa, beberapa sengnya terbang hingga ke Nusa Jaya.

Dikatakan H. Bambang, saat ini pihaknya sedang memastikan data korban bencana dengan menurunkan tim dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Pemukiman dan Sarana Wilayah Kabupaten Dompu. Untuk sementara, bantuan yang didistribusikan berupa 200 lembar terpal, dua ton beras, mie instan, selimut, dan air bersih. “Sekarang kita lakukan pendataan dulu untuk memastikan kerugian dan kerusakan yang bisa dibantu pemerintah,” terangnya.

Bambang juga sempat mengelilingi pemukiman warga di Lanci Jaya untuk melihat kerusakan rumah warga dan memberikan suport kepada warga korban bencana. Ada tiga orang korban luka akibat angin puting beliung, karena ditimpa tembok rumah.

“Anginnya datang dengan cepat. Sekitar dua menit. Untungnya tidak ada ada anak dan cucu saya di dalam rumah. Kalau ada, mungkin akan banyak korban ditimpa runtuhan rumah,” kata Saleh Ibrahim. (ula)