Dampak Kekeringan, Luas Lahan Jagung di Dompu Turun

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanbun Dompu,  Armansyah (Suara NTBula)

Dompu (Suara NTB) – Luas tanaman jagung di Kabupaten Dompu pada periode Oktober 2018 hingga 30 September 2019 hanya 83,129 ha dan padi hanya 49,014 ha. Pada tanaman padi, realisasinya menurun bila dibandingkan tahun 2018 sebagai dampak kekeringan di hampir semua Kecamatan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pt kepada Suara NTB mengungkapkan, berdasarkan laporan statistik pertanian dari Kepala UPTD Kecamatan yang dilaporkan setiap bulan ke BPS Kabupaten Dompu bahwa realisasi tanam untuk komoditi jagung 83,129 ha dari target 76,688 ha. Padi hanya 49,014 ha dari target 52,589 ha, dan kacang kedelai 9,071 ha dari target 8,057 ha. “Ini realisasi tanam kita untuk keadaan sampai 30 September 2019,” katanya.

Realisasi tanam ini terbagi pada musim hujan (MH) Oktober 2018 – Maret 2019 seluas 63,053 ha untuk jagung, 37,567 ha untuk padi, dan 7,752 ha untuk kedelai. Sementara pada musim kemarau (MK) periode April – September 2019 seluas 20,076 ha untuk jagung, 11,447 ha untuk padi, dan 1,319 ha untuk kedelai.

Dikatakan Armansyah, realisasi tanam tahun ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini disebabkan kekeringan yang terjadi di hampir semua wilayah kecamatan. Tapi tanaman yang terlanjur ditanam dimaksimalkan dengan memanfaatkan sumber air yang ada dan penggunaan pompa air dan sumur bor.

“Kondisi lahan tidak memungkinkan ditanami padi, banyak petani yang beralih menanam jagung karena hanya membutuhkan air lebih sedikit bila dibandingkan dengan padi, sehingga pada beberapa lahan sawah masih tersisa tanaman jagung yang belum dipanen,” katanya.

Musim hujan 2019 yang diperkirakan kembali mundur, dikatakan Armansyah, membuat petani akan mengundur masa tanam komoditi pertaniannya seperti padi, jagung dan kedelai. Petani pun diingatkan untuk memperhatikan musim hujan, terutama yang bercocok tanam di tanah tegalan agar tanamannya tidak gagal tumbuh. “Manfaatkan penyuluh yang ada untuk berkonsultasi, termasuk soal waktu tanam,” harapnya. (ula)