50 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Huu Dompu

Tampak atap rumah warga di Dusun Finis Desa Huu rusak diterjang angin kencang, Sabtu,  7 Desember 2019. (Suara NTB/BPBD Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, mencatat total 50 rumah warga di Desa Huu rusak diterjang angin kencang pada Jumat lalu. Itu berdasarkan hasil indentifikasi langsung pihaknya bersama Bupati, Sabtu,  7 Desember 2019. Beruntung tak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tahunan tersebut.

Kalak BPBD Dompu, Drs. Imran M Hasan melalui Kasi Darurat dan Logistik, Marwan dikonfirmasi Suara NTB menjelaskan, atas insiden yang awalnya dilaporkan merusak 20 unit rumah warga itu pihaknya langsung meninjau titik-titik terdampak keesokan harinya. Sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk keperluan hidup mereka sementara waktu.

Setibanya di lokasi rupanya cukup banyak pemukiman warga terdampak bencana alam ini. “Setelah kita survei ulang ada pembekakan. Ada tambahan sekitar 30an,” ungkapnya.

Dari puluhan rumah warga terdampak di empat dusun yang berada di Desa Huu, lanjut dia, terparah kerusakannya ditemukan di Dusun Finis. Di mana sebagian besar atap rumah mereka porak-poranda setelah diterjang angin kencang. Tetapi untungnya insiden tahunan kali ini tak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka-luka.

Sebagai langkah awal baru bantuan logistik berupa sembako, ember, terpal, tikar dan keperluan rumah tangga lain yang disalurkan BPBD. Sementara untuk perbaikan rumah, sebagaimana komitmen Bupati saat peninjauan kemarin akan diusahkan secepatnya. Bahkan tak hanya bagi para korban, di tahun 2020 mendatang pemerintah daerah berencana menfokuskan program bedah rumah bagi puluhan warga yang menetap di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

 “Kebetulan saat peninjauan kemarin juga banyak ditemukan rumah kumuh makanya langsung diperintahkan kita untuk menfokuskan proyek bedah rumah di situ,” jelasnya.

Kendati ditemukan kerusakan parah pada bagian atap, sebagian besar warga memilih tetap bertahan untuk menetap di rumah masing-masing. Bahkan ada yang sudah melakukan perbaikan sendiri karena khawatir akan turun hujan.

Kecamatan Huu, tambah Marwan, satu dari sekian kecamatan di wilayah ini yang memang menjadi langganan rutin bencana alam tersebut. Tetapi beruntung kali ini bukan angin puting beliung melainkan angin biasa yang memang cukup keras. “Kalau puting pasti roboh semua rumah warga di sana, tapi beruntung ini hanya angin biasa,” pungkasnya. (jun)