Pemuda Kilo Olah Limbah Jadi Suvenir Bernilai Ekonomi

Wahyuddin memperlihatkan suvenir hasil karyanya ke Ketua TP PKK Kabupaten Dompu, Hj Eri Aryani usai upacara hari Guru di Mbuju Kilo, Sabtu (30/11). (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Wahyuddin, pemuda asal Desa Malaju Kecamatan Kilo berhasil mengolah botol limbah pertanian menjadi suvenir yang diminati wisatawan mancanegara. Suvenir yang dibuat berupa gelang, gantungan kunci, dompet dan berbagai jenis suvenir lainnya dibuatnya untuk memanfaatkan limbah pertanian yang banyak ditemukan.

Suvenir hasil karya Wahyuddin yang dipamerkan di sekitar arena upacara Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI, Hari Guru, dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di atas lahan rencana pembangunan pelabuhan Nusantara Desa Mbuju Kecamatan Kilo, Sabtu, 30 November 2019 lalu langsung diborong Ketua TP PKK Kabupaten Dompu, Hj. Eri Aryani H. Bambang.

Ia pun langsung mendukung dan memintanya agar dititipkan hasil karyanya di IKM Mart Dompu milik Degranasda Kabupaten Dompu. “Saya tunggu di IKM Mart. Kalau ada kata Dompu, saya suka,” pesan Hj. Eri Aryani kepada Wahyuddin.

Wahyuddin yang juga guru bahasa Inggris pada SMKN 1 Kilo mengaku, memulai usaha kerajinan tangan dengan mengolah limbah botol pestisida dan limbah lainnya untuk suvenir ini sejak 3 tahun lalu. Itu berawal dari kerisauannya melihat limbah botol plastik di ladang-ladang pertanian.

Ia kemudian memanfaatkan waktu bersama anak didik les bahasa Inggris untuk mengolahnya. Kebetulan di Jala Desa Karamat Kecamatan Kilo, tempatnya membimbing anak didiknya menjadi tempat bersandarnya kapal layar wisman dari Australia yang hendak melakukan perjalanan wisata keliling dunia. “Apalagi kalau ada event sail, mereka banyak berlayar dari Australia dan pasti mampir di Kilo. Suvenir ini banyak diminati mereka,” kata Wahyuddin.

Wahyuddin pun mengaku, berbagai suvenir yang dibuat pihaknya untuk memanfaatkan waktu disela kesibukannya sebagai guru dan belajar bersama anak didiknya menjaga lingkungan. Berbagai suvenir yang dibuat terdapat nama Dompu dan nama-nama tempat wisata dalam daerah. Untuk gelang dengan berbagai varian kata-kata dihargakan Rp.10 ribu per biji. “Alhamdulillah kalau nama Dompu, sudah lincah anak-anak membuatnya,” kata Wahyuddin. (ula)