Diduga Akibat Gas Elpiji, Rumah Kadus di Dompu Dilalap Api

Rumah milik Kepala Dusun Kajenje, Agus Ikraman, di Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, yang terbakar pada Selasa,  12 November 2019. (Suara NTB/Polsek Kempo)

Dompu (Suara NTB) – Nasib naas menimpa Agus Ikraman, Kepala Dusun Kajenje Desa Soro Barat Kecamatan Kempo. Saat ia tidur bersama keluarganya, Selasa,  12 November 2019 malam,  api melalap rumahnya dan ledakan gas yang digunakan membuat rumah milik Suherman dan M Ali tetangga Agus ikut dilalap si jago merah.

Kapolsek Kempo, Iptu I Made Sartika kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Rabu,  13 November 2019  mengungkapkan, kebakaran rumah milik Agus Ikraman diketahui saat Wardin hendak membeli rokok di warung milik Agus dan melihat ada kobaran api dalam warung. Ia pun secara spontan mendobrak pintu rumah korban yang saat itu sedang tidur. Mengetahui insiden kebakaran itu, Agus bersama keluarganya langsung menyelamatkan diri.

“Kita belum bisa pastikan akibat gas Elpiji. Tapi yang pasti, saat kebakaran itu ada ledakan tabung gas,” kata Sartika.

Selain Agus Ikraman, rumah milik Suherman dan M Ali yang ada di belakang rumah Agus Ikraman ikut terbakar. Begitu juga dengan rumah milik Hasan Samsuddin yang ada di sebelah timur ikut terkena dampak kebakaran dan mengenai bagian pintu hingga atap dapurnya. “Kalau rumahnya Agus Ikraman tidak ada yang bisa diselematkan, tapi tidak ada korban jiwa,” ungkap Sartika.

I Made Sartika juga mengapresiasi kesigapan warga dalam memadamkan api. Karena mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadi sekitar pukul 01.00 wita, Rabu (13/12) dini hari atau sekitar 1 jam setelah kebakaran itu terjadi pukul 00.00 wita, Selasa malam. “Begitu kebakaran diketahui, warga langsung bergegas memadamkan sendiri. Kalau tidak, api akan menyasar di rumah warga di sekitar,” terangnya.

Akibat musibah kebakaran ini, Agus Ikraman yang sehari-hari membuka warung nasi dan sembako kecil-kecil mengalami kerugian hingga Rp100 lebih juta. Kini Agus harus memulai dari awal kembali untuk berusaha menghidupi empat keluarganya. (ula)