Kehadiran Pabrik Pakan Ternak di Dompu Terkendala Pelabuhan

Bupati Dompu,  H.  Bsmbang M Yasin (Suara NTB/dok)

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengungkapkan, program hilirisasi dan industrialisasi komoditi pertanian khususnya jagung di Dompu bukan baru ini. Tapi itu sudah lama direncanakan sejak sosialisasi program jagung dimulai.

“Ini bukan karena program pak Gubernur. Sejak saya menyosialisasikan program PIJAR, saya sudah bicara bahwa kita tidak akan menjual jagung pipilan selamanya. Kita ingin sesuatu yang lebih bernilai, kemudian itu dampak ikutannya kepada masyarakat akan jauh lebih baik,” kata H. Bambang usai pelantikan pimpinan DPRD Dompu, Senin,  4 November 2019.

Dengan konsep hilirisasi dan industrialisasi Gubernur NTB yang telah menjadi program unggulannya, kata H. Bambang, akan disinergikan. Sehingga program hilirisasi dan industrialisasi benar-benar akan menjadi sesuatu yang nyata.

Namun rencana membangun pabrik pakan ternak untuk mendukung program jagung di Dompu, H. Bambang mengaku, sudah bicara dengan beberapa pemilik pabrik pakan di Indonesia. Syarat pelabuhan yang memadai menjadi kendala terbesar belum terwujudnya pabrik pakan ternak di Dompu.

Syarat pelabuhan yang diminta berkapasitas 20 ribu ton dan di NTB tidak ada pelabuhan dengan kapasitas itu. Bahkan di pulau Sumbawa, kapasitas pelabuhan hanya 5 ribu ton. Material bahan baku untuk bikin pakan, bukan cuman jagung. Ada bahan-bahan lain yang harus didatangkan dari luar Negeri dan dari daerah lain untuk menjadi bahan baku.

“Jadi di situlah, syarat kita harus memiliki pelabuhan dan sebagainya. Memadai itu bukan sesuatu yang dibuat-buat, tapi memang harus,” ungkapnya.

Rencana pelabuhan Nusantara di Desa Mbuju Kecamatan Kilo berdasarkan hasil survei fisibility study (FS) dan lainnya, dikatakan H. Bambang, memenuhi syarat untuk mendukung rencana keberadaan pabrik pakan ternak. Karena kapasitas pelabuhan tersebut di atas 30 ribu ton. “Bakal pelabuhan kita di Kilo memenuhi syarat, bahkan 30 ribu ton ke atas,” ungkapnya.

Saat ini, rencana pelabuhan Nusantara Kilo dalam tahap penyatuan sertifikat tanah yang telah dibebaskan pemerintah daerah (Pemda) Dompu di BPN seluas 30 ribu ha. Sertifikat tanah yang dihibahkan ke Dirjen Perhubungan Laut menjadi syarat direncanakan pembangunan pelabuhan tersebut oleh Kementrian Perhubungan RI. (ula)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.