Taman Nasional Tambora Masih Jadi Sasaran Empuk Penebang Liar

Penebangan liar di kawasan Gunung Tambora (Suara NTB/dok) (Suara NTB/jun)

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Kerusakan wilayah Taman Nasional Tambora (TNT), tidak hanya dipicu insiden kebakaran. Akan tetapi, area tersebut rupanya masih menjadi sasaran empuk pelaku penebang liar. Alasannya, perusakan itu merupakan sumber mata pencaharian warga satu-satunya.

Kepala Seksi SPTN I Kore, M. Saad kepada Suara NTB di kantor TNT, Rabu,  30 Oktober 2019 menyampaikan, upaya menekan aktivitas penebangan liar di wilayah pengelolaannya sudah cukup intens dilakukan. Baik bersama tim gabungan TNI-Polri maupun Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Hanya saja, sejauh ini belum bisa maksimal memberantas kegiatan merusak lingkungan tersebut. “Masalah pembalakan liar ini kita nggak bisa memberantasnya 100 persen,” cetusnya.

Selain karena lemahnya kesadaran dan menganggap ini menjadi sumber mata pencaharian utama yang tidak bisa ditinggalkan warga sekitar. Bebasnya memperoleh surat izin pengangkutan dari PT. AWB diduga kuat menjadi penyebab masifnya penebangan liar di wilayah taman nasional.

Parahnya, lanjut M. Saad, oknum yang kedapatan menebang atau mengolah hasil tebangan tak segan melawan petugas yang menggelar patroli pengamanan. “Alasan mereka mencuri kayu ini adalah mata pencaharian. Tidak ada pencaharian lain, padahal orang tidak curi kayu juga bisa hidup dengan cari makan yang lain,” jelasnya.

Menurut dia, menekan perusakan taman nasional yang telah berakibat pada minimnya ketersediaan air tidak cukup dengan menggencarkan sosialisasi pencegahan atau membentuk kelompok kemitraan. Tetapi perlu ada langkah tegas yang diambil untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku. Tidak terkecuali ialah menambah jumlah personel pengamanan.

Mengingat sasaran penebangan itu merupakan pepohonan besar dengan titik-titik yang berbeda, dirasa sulit untuk menentukan berapa luasan yang sudah terdampak. “Mereka ini kan pindah-pindah, di mana pohon yang besar, disitulah mereka menebang. Jadi sulit kita tentukan luasnya dan ndak ada takutnya mereka,” pungkasnya. (jun)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.