Harga Satu Sak Semen di Dompu Tembus Rp100 Ribu

Ilustrasi distribusi semen. (Suara NTB/dok)

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Meski mulai tersedia di sejumlah toko bangunan di Dompu, namun pasokan semen masih sangat terbatas. Harga jualnya juga tinggi. Satu sak semen bermerk Tiga Roda misalnya, dari harga normal Rp65 ribu, kini dijual hingga Rp100 ribu. Sedangkan jenis lain seperti Bosowa dan Tonasa masih pada kisaran Rp70-Rp80 ribu/sak.

Salah seorang konsumen, M. Sahdan kepada Suara NTB, Sabtu,  26 Oktober 2019 menerangkan, setelah sebelumnya proyek pembangunan rumah pribadinya terkendala kelangkaan semen, kini ia kembali dihadapkan tingginya patokan harga jual dari para pengusaha toko bangunan. “Mau bagimana lagi ya terpaksa istirahat bangunnya,” kata dia.

Tingginya harga semen di tingkat pengusaha ini diperparah terbatasnya stok yang tersedia. Sehingga terkadang membuat sebagian warga harus berebut dengan kontraktor-kontraktor proyek pemerintah.

Sementara untuk pribadinya, lanjut dia, lebih memilih tidak melanjutkan pembangunan rumah sampai harga semen kembali normal. Sebab dirasa sulit menjangkaunya ditengah keterbatasan ekonomi keluarga saat ini.

“Karena ini sudah cukup lama pemerintah mestinya turun tangan, jangan dibiarkan begini karena masyarakat juga butuh semen dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Dompu, H. Iskandar dihubungi Suara NTB, Minggu,  27 Oktober 2019 mengakui adanya lonjakan harga bahan bangunan tersebut. Namun demikian, pihaknya belum berani memastikan penyebab utamanya. Apakah karena ada unsur kesengajaan menimbun atau akibat keterlambatan distribusi dari luar daerah.

“Saya belum berani pastikan apa penyebabnya ini, yang jelas hasil pantauan harga kita minggu kemarin memang naik sampai Rp100 ribu/sak,” ungkapnya.

Atas persoalan yang mulai banyak dikeluhkan warga dan dikhawatir sejumlah kontraktor proyek pembanbangunan pemerintah itu. H. Iskandar memastikan, minggu ini pihaknya akan kembali turun lapangan untuk mencaritahu akar persoalannya.

“Mulai Senin ini kita akan coba cek lagi, terutama kaitan dengan penyebab kelangkaan. Kemarin kita hanya mendengar sepintas itu akibat keterlambatan distribusi, cuma perlu kita cek lagi,” pungkasnya. (jun)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.