Lahan Tebu PT. SMS Terbakar, Gunung Tambora Terancam

Lahan tebu PT. SMS di Kecamatan Pekat terbakar. Sampai saat ini kobaran api belum berhasil di padamkan, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Suara NTB/Danramil Pekat)

Dompu (Suara NTB) – Lahan tebu PT. SMS di Kecamatan Pekat terbakar, Sabtu, 19 Oktober 2019 Pukul 16.45 Wita. Kebakaran diduga terjadi akibat rembetan api yang tertiup angin dari lahan pertanian jagung warga. Hingga Pukul 22.00 Wita, api yang tengah menjalar ke arah pemukiman warga dan Gunung Tambora itu belum berhasil dipadamkan.

Danramil 1614-05/Pekat, Lettu Kav M. Kasim yang dihubungi Suara NTB menyampaikan, di belakang barak PT. SMS terjadi kebakaran hebat dengan luasan lebih kurang 1 kilometer.

Upaya pemadaman masih terus dilakukan bersama warga dan pihak PT. SMS. Hanya saja hingga Pukul 22.00 Wita ini kobaran api belum bisa dipadamkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. ‘Sampai sekarang api belum bisa dipadamkan karena angin sangat kencang di lokasi kebakaran,” ungkapnya.

Baca juga:  2.244 Hektare Terbakar, 90 Persen untuk Buka Lahan Pertanian Baru
Lahan tebu PT. SMS di Kecamatan Pekat terbakar. Sampai saat ini kobaran api belum berhasil di padamkan, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Suara NTB/Danramil Pekat)

Tak

hanya menghanguskan lahan tebu PT. SMS yang kering akibat kemarau panjang tahun ini. Api yang terus membesar kini merembet ke arah pemukiman warga di Dusun Mekar Sari Desa Soritetanga. Bahkan sebagian titik sudah masuk kawasan Geopark Nasional Gunung Tambora.

Selain pengaruh angin kencang serta tanaman tebu dan rerumputan kering yang mudah terbakar, pemadaman api yang diduga bersumber dari lahan jagung warga itu terkendala medan yang sulit dilalui mobil tangki air PT. SMS. “Saat ini api masih menyala ke arah gunung di Dusun Mekar Sari Desa Soritatanga,” jelasnya.

Baca juga:  1.331 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Terbakar

Sementara Humas TNT, Dedi Aminudin dihubungi Suara NTB membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Bahkan berdasarkan laporan yang diterima bahwa kobaran api tidak saja menghanguskan lahan tebu, melainkan juga sudah masuk wilayah taman nasional tambora.

“Yang kita takutkan sekarang ini apinya merembet ke arah Gunung Tambora. Karena kalau sudah begitu warga sekitar bisa jadi korban, apalagi ini kering semua,” pungkasnya. (jun)