Sejumlah Pangkalan Diduga Gelembungkan Harga Elpiji 3 Kg di Dompu

Hj. Sri Suzana (Suara NTB/dok)

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 kg ditetapkan pemerintah untuk pengecer Rp16.500,- per tabung. Faktanya, Elpiji yang disubsidi pemerintah ini justru dijual pengecer Rp18 ribu hingga Rp55 ribu per tabung. Tingginya harga jual Elpiji 3 kg diduga akibat permainan pengecer yang selama ini mendapat keuntungan dari penjualan minyak tanah serta kurangnya pengawasan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Dra Hj Sri Suzana, MSI kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa,  8 Oktober 2019 mengakui, penjualan Elpiji isi 3 kg yang disubsidi pemerintah jauh di atas HET. Laporan masyarakat yang diterima pihaknya di tingkat pangakalan dan pengecer resmi berkisar Rp18 ribu hingga Rp55 ribu per tabung. Menyikapi ini, akan digelar rapat dan akan diikuti dengan pengawasan di lapangan.

“Kebetulan besok kami akan menggelar rapat. Usai rapat, kita akan langsung turun ke lapangan,” ungkapnya.

Harga Elpiji tabung isi 3 kg yang tinggi, kata Hj Sri Suzana, diduga akibat adanya pasokan Elpiji tabung isi 3 kg dari daerah lain yang didatangkan secara illegal. Sehingga pengawasan tidak hanya terkait harga jual Elpiji, tapi juga terkait ijin pengecernya. “Untuk pengecer minyak tanah kemarin, kita langsung prioritaskan menjual gas Elpiji isi 3 kg,” katanya.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Dompu, Soekarno, ST, MT yang dihubungi terpisah mengaku, telah melakukan pengecekan terkait tingginya harga Elpiji isi 3 kg di lapangan. Pada agen Elpiji, harga masih normal sesuai HET. Tapi harga tinggi terjadi di tingkat pengecer dari HET sebesar Rp16.500 per tabung menjadi rata – rata di atas Rp20 ribu.

“Kita sudah cek. Harga Elpiji ini di tetapkan sesuai tingkatan. Di agen ke pangkalan harganya masih normal Rp14 ribu – Rp15 ribu. Tapi di pangkalan, rata – rata di atas 20 ribu dijual,” katanya.

Soekarno pun mengaku, pihaknya akan menyurati Perdagangan Kabupaten Dompu untuk memantau di lapangan. Data lapangan dikombinasikan dengan data dan harga di agen.  “Kalau memang ada pengecer yang jual di atas HET, kita cabut saja ijinnya,” ungkapnya.

Kendati Elpiji tabung isi 3 kg sudah mulai dipasarkan dengan harga subsidi pemerintah, Soekarno mengaku, minyak tanah juga masih dipasarkan. Minyak tanah belum diganggu karena masih menunggu penyerapan Elpiji tabung isi 3 kg.

“Kalau sudah terserap (Elpiji tabung isi 3 kg), nanti minyak tanah tidak 100 persen ditarik. Kalau minyak tanah subsidi, akan ditarik, tapi akan ada yang non subsidi,” terangnya. (ula)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.