Mapolres Dompu Diserbu Para Ibu karena Ulah Preman

Aksi para ibu dari Saneo di Polres Dompu yang memprotes aksi premanisme warga Saneo dengan menghalangi pekerjaan pengaspalan jalan di Saneo, Kamis,  26 September 2019. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Puluhan ibu – ibu dari Desa Saneo Kecamatan Woja secara tiba – tiba mendatangi markas Polres Dompu, Kamis,  26 September 2019 siang. Para ibu ini melakukan protes terhadap ulah oknum preman di kampungnya yang menghalangi proyek pengaspalan jalan di Desa mereka.

Ibu – ibu yang terlihat dimobilisasi dengan truk bak terbuka, Kamis siang kemarin ini diturunkan di jalan sebelum Markas Polres Dompu. Kemudian melanjutkan dengan jalan kaki ke Mapolres Dompu. Mereka juga sempat dihadang di pintu gerbang dan ditanyakan alasan kehadirannya ke Polres Dompu oleh Kasi Propam Polres Dompu, Ipda Rusdin dan Kasubag Dal Ops Sabara Polres Dompu, Iptu Yuliansyah bersama jajarannya.

Roste, salah seorang ibu kepada Suara NTB di Mapolres Dompu, Kamis kemarin menyampaikan, aksi pihaknya mendatangi Polres Dompu karena tidak terima dengan perilaku beberapa warga Saneo yang terkesan sebagai preman dan menghalangi, bahkan menghentikan proyek pengaspalan jalan di Saneo. “Mereka mengintimidasi para pekerja dengan parang. Jalan yang mau diaspal belum bisa dilanjutkan karena ditahan oleh mereka,” katanya.

Ibu lainnya juga menyampaikan, pihaknya sempat mempersoalkan langsung ke oknum preman. Para ibu – ibu ini

justru diancam dan proyek pengaspalan jalan bisa dilanjutkan apabila mereka diberi uang. “Kami tidak tau urusan mereka, tapi kami sangat membutuhkan aspal jalan. Kalau mereka seperti ini, aspal jalan ini bisa ndak jadi. Kami yang rugi,” kata Uswatun.

Juwia mengatakan, pengaspalan jalan di Saneo ini dilakukan dari perkampungan Saneo hingga ke lokasi bascam PT Nindya Karya (NK). Dengan diaspalnya jalan, maka akan memudahkan mereka ke kebun dan ladang. Terlebih sebentar lagi akan memasuki musim tanam dan pihaknya membutuhkan akses jalan yang baik untuk mobilisasi bibit, pupuk, dan pekerja.

Puluhan ibu – ibu ini kemudian giring ke ruang Reskrim Polres Dompu dan perwakilannya diterima Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Reza Fahmi untuk membuat laporan resmi. Setelah diterima laporannya, jajaran Reskrim langsung diperintahkan untuk memanggil beberapa oknum preman di Saneo.

Aksi penghadangan pengerjaan aspal jalan Saneo – bascam PT NK ini sebagai tindak lanjut aksi warga sebelumnya yang menuntut pembayaran material pasir yang dipasok ke proyek Rababaka kompleks. Pembayaran belum dilakukan karena masih adanya silang pendapat antara pihak kontraktor dengan warga pemasok material. Terlebih total material yang belum dibayarkan ke warga ini sekitar Rp.500 juta. (ula)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.