Jelang Pilkada, Warga Dompu Takut Program Jagung Berhenti

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin menunjukan jagung pipilan milik petani. (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Program unggulan jagung masih cukup diminati masyarakat Kabupaten Dompu. Menjelang pelaksanaan Pilkada, masyarakat petani khususnya justru khawatir program jagung tidak dilanjutkan Bupati Dompu pengganti Drs. H. Bambang M. Yasin.

Hal itu diakui sendiri oleh bakal calon Bupati Dompu, Prof Dr Mansyur, M.Si kepada wartawan beberapa waktu lalu. “Yang paling ditakuti masyarakat sepanjang saya jalan di 72 Desa dan 9 Kelurahan itu, berhentinya program jagung walaupun mereka rugi. Kalau untuk kami, jagung itu bahkan akan dorong terus dengan tidak menambah lahan baru, tapi menggunakan lahan tidur yang sekarang itu masih banyak,” katanya.

Dikatakan Prof Mansyur, harga jagung pipilan kering yang saat ini di atas Rp3 ribu/kg di tingkat petani masih memungkinkan untuk dinaikkan. Karena masih adanya praktik bisnis yang dinilai tidak perlu, sehingga menyebabkan harga jagung menjadi rendah di tingkat petani. “Tidak boleh ada permainan harga jagung antara pengusaha dan pengepul. Saya tahu persis dan

kami punya data, berapa itu harga jagung,” terangnya.

Monopoli komoditi jagung di Dompu juga dinilai Prof Mansyur, menyebabkan komoditi ini dipermainkan harganya oleh pembeli. Sehingga pihaknya akan mendorong komoditi lain yang diintegrasikan dengan program pariwisata. Ketika pariwisata didorong, berbagai komoditi lain akan saling mendukung dan saling terkait, termasuk UMKM.

Tidak hanya Prof Dr Mansyur, M.Si, beberapa bakal calon yang disebut – sebut akan maju di Pilkada Dompu tahun 2020 mendatang juga menjadikan program jagung sebagai jualannya. Karena program jagung yang dikembangkan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dirasakan manfaatnya dan membuat masyarakat sejahtera.

Nasaruddin, SH dari PKS terus mensosialisasikan diri dengan program industrialisasi pertanian. Di mana pertanian menjadi komoditi utama dengan memanfaatkan teknologi tepat guna hingga pengolahan hasil pasca panen. Jagung yang sudah menjadi andalan masyarakat Dompu saat ini akan didorong tidak hanya dijual dalam bentuk pipilan, tapi ada nilai tambah yang bisa dirasakan petani. (ula)