Tiga Jalur Pendakian Tambora Kurang Peminat

Salah satu jalur pendakian ke Gunung Tambora (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Dari empat jalur resmi pendakian Gunung Tambora yang dibuka Balai TNT Dompu. Jalur Pancasila masih jadi idola utama para pendaki. Ini bukan karena adanya keunggulan tersendiri melainkan jalur-jalur lain masih kurang dipromosikan.

Humas TNT, Dedi Aminudin kepada Suara NTB menyebutkan, empat dari lima jalur pendakian yang telah diresmikan tersebut diantaranya Pancasila, Doroncanga, Kawinda Toi dan Piong.

Tetapi semenjak ditetapkannya sebagai kawasan taman nasional tahun 2015 lalu, hanya jalur Pancasila yang selalu padat dijejaki pendaki. “Kalau tracking orang-orang pasti bicaranya jalur Pancasila. Jalur lain masih sedikit karena kemungkinan akibat kurangnya promosikan kita,” ungkapnya.

Jika dibandingkan tingkat pendakian di empat jalur ini, lanjut dia, Pancasila mendominasi dengan hampir tiap hari ditemukan pengunjung, baik wisatawan domestik maupun dari mancanegara. Sedang di tiga jalur lain seperti misalnya Kawinda Toi, dari banyak pengunjung yang datang tiap bulannya hanya 2-3 orang yang naik ke pucak tambora.

Sisanya lebih memilih menikmati wahana tirta yang memang gentol dipromosikan setahun terakhir. Demikian pula Jalur Piong, masih sebagian kecil yang berminat. Itupun orang dengan minat khusus menggunakan kendaraan atau kuda. “Di Kawida Toi untuk satu bulan itu paling 2-3 orang saja, termasuk di Piong,” ujarnya.

Dikatakan Dedi Aminudin, selama kurun waktu 2019 ini pihaknya belum pernah menutup empat jalur pendakian yang ada. Begitupun sebulan terakhir, meski kondisi cuaca dinilai kurang bersahabat namun aktifitas pendakian masih tetap berjalan normal dan aman-aman saja.

Cuma mengingat laju kunjungan itu masih  monoton pada satu jalur, TNT berkomintmen mengitrnsifkan promosi jalur-jalur lain kedepan. Termasuk melengkapi sarana prasarana penunjang pendakian. “Jalur-jalur ini kan memiliki keunikan masing nah ini yang nantinya akan terus kita promosikan untuk peningkatan kunjungan,” pungkasnya. (jun)