Dinilai Tim Verifikasi Nasional, Kampung KB Wawonduru Berharap Bisa Juara Nasional

Asisten I Setda Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, MSI menyerahkan cinderamata kepada ketua tim verifikasi Kampung KB tingkat nasional di Desa Wawonduru. Ketua Tim Verifikasi Kampung KB nasional Dr. Ade Anwar, saat melihat hasil UKM di Wawonduru (foto kanan). (Suara NTB/Humas Pemda Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Kampung KB Ndai Wawo Desa Wawonduru Kecamatan Woja masuk nominasi nasional urutan kedua hasil penilaian atas desk reviu pelaporan on line kampung KB. Penilaian ini diverifikasi kembali di lapangan untuk lomba kampung KB tingkat nasional tahun 2019.

Hasil penilaian lapangan terhadap kampung KB tingkat nasional ini diharapkan menjadikan kampung KB Desa Wawonduru menjadi juara pertama tingkat nasional. “Dengan membaca profile saja, Dompu sudah di urutan kedua, apalagi sudah datang ke sini,” kata Drs. H. Sudirman Hamid, MSI yang mewakili Bupati Dompu saat penyambutan tim verifikasi lapangan lomba kampung KB tingkat Nasional di Desa Wawonduru, Kamis, 20 Juni 2019.

Sudirman mengungkapkan, kampung KB Wawonduru dicanangkan Bupati awal 2018 lalu dan 2017 kepala Desanya diajak study banding Dinas PP dan KB Dompu ke kampung KB berprestasi di Sumbawa. “Ternyata prinsip yang dikembangkan kades Wawonduru di dalam rangka mengembangkan program kegiatan yang ada di Desa adalah bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja,” terangnya.

Ia pun berharap, prestasi ini dapat memacu Kepala Desa Wawonduru bersama perangkat dan masyarakatnya untuk memaksimalkan APBDes-nya dalam membangun kampung KB. Karena kampung KB bukan hanya soal pengendalian penduduk dan pembatasan jumlah kelahiran. Tapi kampung KB melingkupi semua aspek kehidupan. “Ssemua yang ada di dalamnya harus direncanakan. Jumlah kelahiran harus direncanakan, anak yang dilahirkan harus diprogramkan dan direncanakan masa depannya,” kata Sudirman yang juga Asisten Administrasi Pemerintahan dan Hukum Setda Dompu.

Dr. Ade Anwar, Ketua Tim Verifikasi Lomba Kampung KB Tk Nasional dalam sambutannya mengungkapkan, penentuan 5 besar nasional kampung KB dan ditindak lanjuti dengan verifikasi lapangan berdasarkan desk reviu data pelaporan on line kampung KB. Pelaporan ini setiap saat berdasakan kegiatan yang disampaikan, sehingga perkembangannya bisa dimonitoring secara nasional. “Pelaporannya tidak bulanan, tidak triwulan, tidak semestreran, tapi rieal time (setiap saat). Apapun dilaksanakan, selama PLKB melaporkan melalui kampung KB on line (akan terekam),” ungkap Ade Anwar.

Ia pun memberikan apresiasinya kepada kampung KB Wawonduru, berdasarkan review data pelaporan online kampung KB berada di urutan kedua dari 14.514 kampung KB yang tercanangkan hingga pertengahan Juni 2019. “Berdasarkan laporan, penilaiannya nomor 2. Kalau melihat kenyataannya, lain daya tariknya dan ternyata bagus di sini,” pujinya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, SKM, MMKes dalam laporannya menyampaikan perkembangan kampung KB di Dompu yang dicanangkan sejak 2016 lalu di Mbawi dan berkembang hingga saat ini menjadi 19 kampung KB se Kabupaten Dompu. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengembangan kampung KB, sehingga bisa memilahnya berdasarkan indikator menjadi kampung KB pemula, madia, dan kampung KB purna.

Kampung KB Wawonduru yang dicanangkan awal 2018 ini, pada 2017 diajak study banding ke kampung KB berprestasi. Itu menjadikan inspirasi bagi kepala Desa untuk menata daerahnya bersama warga dan lintas sektor. Hasil kolaborasi itu secara perlahan menunjukan hasil, sehingga kampung lebih lestari dan memanfaatkan bahan – bahan daur ulang seperti handuk bekas untuk pot dan lainnya. “Jika dari pelaporan saja berada di posisi kedua, kalau bisa setelah verifikasi lapangan bisa jadi terbaik. Itu harapan kita,” katanya.

Kades Wawonduru, Abdul Fattah, ST yang diberi kesempatan menyampaikan profil kampung KB-nya juga menyampaikan harapan yang sama kepada tim verifikasi tingkat nasional agar kampung KB-nya bisa menjadi terbaik. Tetapi pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah dan mengembangkan kampung KB-nya, tidak hanya pada satu kampung tapi bisa berkembang ke seluruh Desa. (ula/*)