Bupati Dompu Segera Hapus Larangan Siswa Bawa Ponsel ke Sekolah

Ilustrasi (Penggunaan HP di Sekolah)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) menegaskan, sekolah segera menghapus larangan membawa Ponsel bagi siswa. Hal itu guna memastikan peserta didik memiliki jejak digital.

Menurut HBY, kalaupun alasannya karena takut teknologi itu disalahgunakan, kuranglah tepat dengan cara melarang mereka. Melainkan, mendidik anak-anak agar menggunakan akal pikirannya untuk memanfaatkan Ponsel sebaik mungkin.

“Bukan dengan melarang menggunakan Ponsel. Makanya semua sekolah di Dompu larangan membawa Ponsel saya cabut,” tegasnya saat memberi pembinaan pada agenda penyerahan SK pengangkatan CPNS formasi tahun anggaran 2018 di Aula Pendopo, Senin,  13 Mei 2019.

Jejak digital peserta didik cukup penting. Selain menjadi alat kontrol bagi para orang tua terhadap anak, juga bisa memudahkan pihak-pihak terkait dalam melacak keberadaan siswa ketika terjadi persolan. Baik hal itu dilakukannya sendiri maupun orang lain.

Penggunaan teknologi inipun, lanjut HBY sapaan Akrab H. Bambang M Yasin, juga merupakan salah satu alat kontrol yang nyata bagi diri sendiri. Masyarakat umum terlebih Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena setiap tindakan baik yang bersifat merusak orang lain atau tidak akan memiliki jejak. Untuk itu diharapkan tidak teledor dalam memanfaatkannya.

“Ini saya sampaikan karena saya tahu di Dompu menjadi pegawai negeri masih menjadi idola oleh banyak kalangan. Perhatian masyarakat terhadap kita sekitar 90 persen. Jadi pegawai negeri itu menjadi fokus perhatian,” jelasnya.

Atas harapan Bupati agar sekolah segera mencabut larangan siswa membawa Ponsel itu. Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi yang berusaha dikonfirmasi belum memberikan komentar terkait persoalan ini. (jun)