Surat Suara untuk DPR RI di Dompu Kurang 10.969 Lembar

Wakapolda NTB, Tajuddin, melepas pendistribusian logistik Pemilu ke Kecamatan Pekat Minggu, 14 April 2019.  (Suara NTB/Humas Polres Dompu) 

Dompu (Suara NTB) – KPU Kabupaten Dompu mulai mendistribusikan logistik untuk Pilpres dan Pileg 2019. Kekurangan surat suara untuk DPR RI sekitar 10.969 lembar masih dalam perjalanan dari provinsi dan akan diarahkan untuk 3 PPS di Kecamatan Dompu.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Dompu, Agus Setiawan, SH kepada Suara NTB, Minggu, 14 April 2019 mengatakan, pendistribusian logistik  Pilpres dan Pileg sudah mulai didistribusikan. Enam truk pengangkut logistik pertama untuk Kecamatan Pekat pada Minggu pagi dilepas langsung oleh Wakapolda NTB, Brigjen. Pol. Drs. Tajuddin, MH bersama jajarannya. Pada Minggu siang logistik untuk Kecamatan Kempo juga dilepas untuk didistribusikan ke PPS dan diamankan di kantor desa masing – masing.

Untuk Kecamatan Manggelewa, Kilo, Pajo dan Huu, logistiknya akan dikirim pada Senin, 15 April 2019 dan Kecamatan Woja serta Kecamatan Dompu akan didistribusikan keesokan paginya. Logistik Pemilu ini diamankan di kantor desa dan Selasa sore baru diarahkan ke masing – masing TPS. ‘’Pendistribusian logistik ini dikawal oleh anggota kepolisian dan diikuti juga oleh anggota (KPU) kita,’’ terangnya.

Baca juga:  Kampanye Pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin, Massa Padati Lapangan Nasional Selong

Kekurangan surat suara, lanjut Agus, hanya untuk DPR RI sebanyak 10.969 lembar hasil sortir surat suara beberapa waktu lalu. Kekurangan ini sudah didistribusikan oleh KPU Provinsi ke Dompu dan diperkirakan tiba pada Minggu malam. Sehingga Senin sudah mulai disortir dan dilakukan pelipatan. ‘’Kekurangan surat suara kita arahkan untuk tiga desa di Kecamatan Dompu yang didistribusikan (Selasa),’’ katanya.

Terkait dengan saksi bagi pasangan calon yang tidak ada tim kampanyenya, Agus mengaku, bisa ditandatangani surat tugasnya oleh tim kampanye provinsi. Dari 2 pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, hanya tim kampanye Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang terdaftar di KPU Dompu. Sehingga saksi untuk pasangan Prabowo – Sandiaga Salahuddin Uno bisa ditunjuk oleh tim kampanye provinsi.

Sementara itu, Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Tajuddin, MH memimpin apel penggeseran pasukan pengamanan Pilpres dan Pileg tahun 2019 di Dompu. Pengamanan Pemilu merupakan tugas negara dan aparat diminta untuk menjamin keamanan Pemilu serta rekapituasi suara rampung.

Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019, memasuki masa tenang. Aparat keamanan harus mengaktifkan patroli dalam skala besar yang melibatkan TNI dan Polri. ‘’Ancaman Kamtibmas bisa timbul di manapun sehingga peran kita sangat diperlukan,’’ kata Wakapolda saat memberikan sambutan pada apel penggeseran pasukan di Polres Dompu, Minggu, 14 April 2019.

Baca juga:  NTB Aman Jelang Pencoblosan

Ia pun mengingatkan kepada pasukan pengamanan Pemilu bahwa tugas pengamanan merupakan tugas negara dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Personel yang melakukan pengamanan TPS diingatkan, untuk menjaga fisik, stamina. Kemudian aktif melaksanakan patroli di setiap TPS sehingga dalam pelaksanaan tugas berjalan lancar.

Pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, Wakapolda mengingatkan untuk mewaspadai intimidasi hingga membuat takut dan was – was masyarakat. ‘’Selesai pemungutan suara, kawal surat suara. Jangan sampai ada unsur-unsur dan niat untuk menghilangkan surat suara,’’ Wakapolda mengingatkan.

Pengamanan pemilu tahun 2019 ini melibatkan pasukan gabungan dari Polri, TNI, dan Linmas. Setiap TPS akan diamankan oleh 2 orang anggota Linmas, dan pengamanan oleh anggota Polri menyesuaikan tingkat kerawanan Pemilu. (ula)