Banjir Dompu Diduga Akibat Alihfungsi Hutan Menjadi Ladang Jagung

Kondisi pemukiman warga di kampo Samporo Kelurahan Bali Satu Dompu yang digenangi banjir bandang, Rabu, 3 April 2019.(Suara NTB/BPBD Dompu)

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mengidentifikasi penyebab banjir bandang Dompu masih masalah sama. Diduga, alihfungsi hutan menjadi ladang jagung sebagai pemicunya. Untuk itu, disarankan aktivitas perambahan hutan dihentikan, saatnya hutan dilestarikan agar tidak ada bencana banjir susulan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT, Rabu, 3 April 2019, intensitas hujan cukup tinggi. Hanya saja, tidak ada pohon penahan karena bukit, lereng dan pegunungan yang tadinya pohon rimbun, berubah menjadi kawasan penanaman jagung.

‘’Curah hujan kemarin memang sangat tinggi. Tapi penyebab lain, karena hutan sudah beralih fungsi, hutan kita di sana sudah gundul dan ditanami jagung,’’ ujarnya, Kamis, 4 April 2019.

Dalam laporan diterimanya, banjir bandang menerjang wilayah Kelurahan Bali I, Kelurahan Karijawa, Kelurahan Bada Kecamatan Dompu serta Desa Wawonduru dan Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Rabu (3/4) lalu.

Akibat kejadian itu, sedikitnya 785 rumah terendam dan tiga rumah hanyut. Selain itu sebanyak 785 kepala keluarga terpaksa mengungsi.

Selain menghanyutkan rumah, barang milik warga serta hewan ternak juga hanyut dibawa banjir. Ditambahkan Rum, belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian akibat banjir bandang. “Kerugian masih dalam pendataan,” jelasnya.

Rum menambahkan, pohon yang berfungsi jadi penyangga air sudah habis.  Demi mengurangi dampak, Rum berharap agar menghindari penanaman jagung di kawasan hutan penyangga.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja menambahkan, banjir di sejumlah kelurahan di Dompu juga dipicu sedimentasi, meski sudah ada upaya normalisasi sungai sebelumnya. “Diperparah dengan intensitas curah hujan tinggi,” sebutnya.

Sementara banjir di Kecamatan Woja lebih disebabkan air bah kiriman dari Soromandi Kabupaten Bima. Wilayah lingkar luar yang dekat dengan Soromandi itu, mendapat banjir kiriman. Faktor pemicunya juga sama, karena alih fungsi menjadi perladangan jagung.

Pihaknya menurunkan tim untuk identifikasi lebih detail penyebab banjir. Selain itu, sudah mengirim logistik tambahan untuk membantu BPBD setempat suplai bahan makanan ke korban. Sejauh ini, BPBD Dompu dan Pemda setempat masih sanggup menangani korban dan dampak banjir. (ars)