Pawai Budaya dan Festival Makanan Berbahan Dasar Jagung Meriahkan FPT 2019

Bupati dan muspida bersama ibu - ibu di pawai budaya (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Festival Pesona Tambora (FPT) tetap mendapat sambutan luas dari masyarakat Kabupaten Dompu dengan berbagai event ikutannya. Pawai budaya yang dilanjutkan dengan festival makanan berbahan dasar jagung menjadi bagian dari event FPT tahun 2019 dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke 204.

Keragaman budaya masyarakat Dompu tampak terlihat dari peserta pawai budaya yang mengambil titik start Lapangan Karijawa Dompu menuju Lapangan Paruga Parenta Dana Ngahi Rawi Pahu Dompu, Rabu (3/4) pagi. Mulai dari pasukan hulu balang yang menggambarkan pasukan kesultanan Dompu, serta warga yang mengenakan pakaian adat bumi Ngahi Rawi Pahu.

Tidak hanya berbusana budaya Dompu yang ditampilkan warga peserta pawai budaya, tapi berbagai etnis yang ada di Kabupaten Dompu juga tampil seperti pakaian adat budaya sasak (Lombok), Bali, Jawa, Madura, Minang (Padang), dan Arab. Bahkan warga keturunan NTT yang ada di Flores, Sumba, Timur dan Alor (Flobamora) juga menampilkan atraksi dan budayanya pada pawai budaya FPT tahun 2019 ini.

Denny Malik, koreografer nasional yang juga penyanyi era 1980 – 1990an yang diutus Kementerian Pariwisata RI ikut memeriahkan rangkaian kegiatan FPT 2019 di Dompu. Ia juga ikut dalam barisan pawai budaya bersama Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dan wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH bersama muspida.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dengan kekhasannya dalam memberikan sambutan sebelum melepas rombongan pawai budaya, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya karena pawai budaya yang menampilkan berbagai pakaian adat dan budaya warga Dompu dengan suka cita. “Mas Denny (kurator utusan Kementerian Pariwisata RI) yang dari Jakarta pun pagi ini tampil seperti orang Dompu apa adanya,” kata H Bambang.

Acara pawai budaya dan festival makanan berbahan dasar jagung ini merupakan acara masyarakat Dompu. Berbagai budaya masyarakat Dompu berbaur dan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. “Indonesia ada di Dompu. nusantara ada di bumi ngahi rawai pahu. Jadi kalau begitu, tidak ada alasan untuk tidak mensyukuri nikmat Allah,” kata H Bambang.

Ia juga mengungkapkan, pada festival ini  menampilkan berbagai makanan berbahan dasar jagung. Makanan – makanan ini disiapkan oleh Dinas/Instansi se Kabupaten Dompu dengan rasa dan tampilan yang berbeda. “Tadi saya baru cicipi baru 5 – 6 meja. Luar biasa. Jadi ternyata, kalau kita dorong, kalau kita paksakan, ternyata kreatifitasnya muncul semua. Satu meja ada 5 – 6 makanan, dengan rasa dan tampilan yang berbeda – beda,” ungkapnya.

Ia pun berharap, makanan dan minuman dengan bahan dasar jagung ini bisa terus dikembangkan. Bahkan pada acara – acara syukuran pemerintah daerah (Pemda) maupun warga tidak lagi menyajikan makanan berat. “Cukup sajikan makanan ringan dengan bahan pokoknya jagung. Jadi kita pesta pernikahan dan pesta apapun, standing party saja. Makananya serba jagung,” katanya.

Makanan dengan bahan dasar jagung yang disediakan Pemda Dompu ini untuk warga secara gratis. Berbagai makanan bahan jagung ditampilkan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat berupa nasi jagung dan minuman dari jagung.

Panitia juga menyiapkan panggung utama pada Festival Makanan berbahan dasar jagung yang menampilkan hiburan rakyat. Beberapa artis ditampilkan pada panggung utama. Kegiatan lomba makan jagung rebus juga diadakan panitia untuk warga hingga antar Camat se Kabupaten Dompu dengan hadiah uang tunai. Acara ini membuat penonton gembira. (ula/*)